Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Akan Mundur dari Timur Tengah! Apakah Situasi Iran Mengalami Pembalikan Besar?

EtIndonesia. Pada Rabu (29 April), menurut laporan The Wall Street Journal, seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggunakan blokade jangka panjang terhadap pelabuhan Iran sebagai cara utama untuk memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya.

Selain itu, pejabat AS lainnya menyatakan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford akan segera menyelesaikan misinya dan kembali ke Amerika Serikat. Namun, kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS George H. W. Bush akan terus melanjutkan tugas blokade. 

Pada saat yang sama, Pentagon untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa perang melawan Iran sejauh ini telah menghabiskan biaya sebesar 25 miliar dolar AS.

Dalam sebuah unggahan, Trump menampilkan gambar hasil AI: mengenakan kacamata hitam, memegang senapan serbu, dengan latar belakang api. Ia menulis:  “Tidak akan lagi bersikap lunak! Iran benar-benar kacau. Mereka sama sekali tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka sebaiknya segera sadar!”

Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump telah memerintahkan stafnya untuk mempersiapkan blokade jangka panjang terhadap Iran, dengan tujuan menghancurkan sumber keuangan rezim Iran dan memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Trump memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan cara menghalangi kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Ia menilai bahwa dibandingkan opsi “melanjutkan pemboman” atau “mundur dari konflik”, mempertahankan blokade memiliki risiko yang relatif lebih kecil.

Namun, pihak luar khawatir bahwa langkah ini dapat membuat kebuntuan dalam perundingan AS–Iran semakin sulit dipecahkan dalam waktu dekat. Kekurangan pasokan energi yang berkelanjutan juga dapat mendorong harga minyak naik lebih tinggi.

Pada Rabu (29/4), harga rata-rata bensin di Amerika Serikat melonjak hingga 4,2 dolar AS per galon, mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Perlu dicatat, sejumlah pejabat AS mengatakan kepada The Washington Post bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford yang membawa sekitar 4.500 personel akan meninggalkan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan dan kembali ke pangkalan.

Sebagai kapal induk terbaru Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford telah menjalankan misi selama 10 bulan kali ini, mencetak rekor sebagai penempatan laut terlama dalam sejarah militer AS. Hal ini juga menyebabkan tingkat keausan tertentu, sehingga kapal tersebut membutuhkan perawatan dan perbaikan segera.

Para analis menunjukkan bahwa meskipun penarikan USS Gerald R. Ford akan mengurangi daya gentar militer AS di Timur Tengah, keberadaan USS Abraham Lincoln dan USS George H. W. Bush yang masih beroperasi di Laut Arab berarti bahwa pemutusan ekonomi kemungkinan akan menjadi alat utama pemerintahan Trump untuk menekan Teheran.

Selain itu, pejabat Pentagon pada hari Rabu juga mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa perang AS melawan Iran sejauh ini telah menelan biaya sebesar 25 miliar dolar AS.

Laporan disusun oleh jurnalis NTDTV, Yi Jing.

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine