Pemimpin Tertinggi Iran Khawatir Dibunuh, Bersembunyi di Bunker Bawah Tanah dan Berkomunikasi Lewat Surat

EtIndonesia. Pejabat intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa demi menghindari kemungkinan dibunuh, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bersembunyi di bunker bawah tanah dan hidup dalam kondisi “terisolasi dari dunia luar”, hanya berkomunikasi dengan pihak luar melalui surat.

Menurut laporan CBS, dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel bernama “Epic Fury” pada akhir Februari lalu, Mojtaba mengalami luka-luka. Saat ini ia mengambil langkah-langkah ekstrem untuk menghindari nasib seperti ayahnya, Ali Khamenei, yakni tewas dalam serangan udara militer AS.

Dua pejabat Amerika yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa intelijen AS menunjukkan Mojtaba kini berada di lokasi rahasia yang tidak diungkapkan, hampir sepenuhnya terisolasi. Bahkan pejabat tertinggi pemerintah Iran pun tidak mengetahui keberadaannya dan tidak dapat menghubunginya secara langsung.

Sejak Iran mengumumkan pada bulan Maret bahwa Mojtaba menjadi penerus kepemimpinan, ia tidak pernah tampil di depan publik maupun menyampaikan pidato apa pun. Ia hanya berkomunikasi dengan dunia luar melalui jaringan kurir yang rumit, yang dibangun untuk menyembunyikan jejak keberadaannya.

Pejabat intelijen AS juga mengatakan bahwa saat ini sebagian besar pemimpin Iran bersembunyi di bunker dengan pengamanan ketat selama berminggu-minggu tanpa melihat cahaya matahari. Mereka juga menghindari saling berkomunikasi kecuali benar-benar diperlukan.

“Melihat mereka berusaha mencari cara untuk saling berkomunikasi rasanya seperti menonton sitkom. Mereka semua sudah kelelahan,” ujar salah seorang pejabat intelijen AS.

Pejabat lainnya mengatakan bahwa informasi intelijen yang diperoleh Amerika Serikat dan Israel dari dalam pemerintahan Iran membuat operasi untuk “memenggal” sebagian besar pimpinan tinggi Iran menjadi mungkin dilakukan.

Kedua pejabat tersebut juga menyebut bahwa para pejabat Iran yang sedang bernegosiasi dengan AS mengalami kesulitan komunikasi internal. Ketika Amerika mengirim rincian proposal, respons dari pihak Iran bisa sangat lambat karena sulit menghubungi pemimpin tertinggi mereka.

Laporan itu menyebutkan bahwa juru bicara Gedung Putih menolak berkomentar mengenai intelijen terkait lokasi pemimpin tertinggi Iran maupun metode komunikasi Iran.

Presiden AS Donald Trump pada 25 Mei menyatakan bahwa sebagai bagian dari potensi perjanjian nuklir dengan Iran, persediaan uranium yang telah diperkaya milik Iran hanya memiliki dua kemungkinan akhir.

“Uranium yang diperkaya itu akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan; atau—yang lebih ideal—dimusnahkan di lokasi saat ini atau di tempat lain yang disepakati bersama dengan kerja sama Republik Islam Iran, serta disaksikan oleh Komisi Energi Atom (atau lembaga setara),” tulis Trump di platform Truth Social.

Masalah pengayaan nuklir selama ini menjadi hambatan utama dalam perundingan potensi kesepakatan antara AS dan Iran. Pihak Amerika terus menuntut komitmen Iran agar tidak lagi berupaya mengembangkan senjata nuklir. Seorang pejabat AS pada 24 Mei mengungkapkan bahwa Iran pada prinsipnya telah menyetujui tuntutan tersebut.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine