Sebuah kasus penyanderaan dan ancaman bom yang terjadi di California Tengah, Amerika Serikat menjadi perhatian publik. Setelah melalui kebuntuan, negosiasi, dan operasi penyerbuan selama 15 jam, FBI bersama kepolisian setempat berhasil menyelamatkan 10 sandera dan menembak mati pelaku di lokasi kejadian.
EtIndonesia.com Baru-baru ini, sebuah insiden menegangkan terjadi di gedung JPMorgan Chase Bank yang terletak di pusat kota Bakersfield.
Setelah menerima laporan, polisi tiba di lokasi dan menemukan bahwa pelaku telah menyandera 10 orang di sebuah ruangan lantai dua yang dikunci dari dalam. Di lokasi juga ditemukan beberapa alat peledak.
“Tersangka mengaku membawa bahan peledak yang dipasang pada tubuhnya, dan petugas penyelamat kami juga melihat bahan peledak tersebut. Ia juga memberitahu aparat penegak hukum bahwa beberapa sandera dipasangi bahan peledak tambahan. Berdasarkan pengamatan kami sendiri, hal itu memang benar,” kata Wakil Kepala Kepolisian Bakersfield, Jeremy Blakemore, Rabu (3/6/2026).
Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa gedung bank tersebut juga digunakan sebagai kantor administrasi distrik sekolah di Kern County. Seluruh sandera merupakan pegawai kantor distrik sekolah, dan lima di antaranya diikat oleh pelaku.
Polisi segera mengevakuasi orang-orang dari bangunan di sekitar lokasi, menutup jalan-jalan di sekitarnya, dan mengerahkan tim negosiator untuk berkomunikasi dengan pelaku.
Dalam beberapa jam berikutnya, pelaku melepaskan dua sandera secara terpisah. Namun setelah itu, perundingan mengalami jalan buntu dan agen FBI mengambil alih penanganan situasi.
Tiga belas jam setelah penyanderaan dimulai, aparat memasuki tahap operasi taktis. Pada akhirnya, pelaku ditembak mati dan seluruh sandera berhasil dibebaskan dengan selamat.
“Pelaku bernama Anthony Scott Thurl-Harris. Ia adalah pria kulit putih berusia 41 tahun yang pernah bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 2006 hingga 2007, tetapi kemudian diberhentikan karena meninggalkan tugas tanpa izin (AWOL),” kata Kepala Agen FBI Kantor Sacramento, Sid Patel.
Selain itu, pada tahun 2014 ia didakwa melakukan hubungan seksual dengan seorang anak di bawah umur dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.
Jeremy Blakemore menambahkan: “Ia tidak puas dengan cara penanganan kasus sebelumnya yang melibatkannya serta dampak lanjutan dari kasus tersebut, termasuk putusan hukum yang dijatuhkan kepadanya.”
Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan adanya komplotan atau rekan pelaku. Motif pasti penyanderaan tersebut masih dalam penyelidikan.
Laporan oleh Li Jiayin, NTD Television, Amerika Serikat.


