Sempat Serang 4 Orang Secara Beruntun, Beruang Hitam “Membuka Jendela Sendiri dan Melarikan Diri”, Warga Jadi Was-was

Seekor beruang hitam di Kota Fukushima, Jepang pada 2 Juni menyerang empat orang secara beruntun dan kemudian terjebak di sebuah gedung perkantoran, membuat warga sekitar hidup dalam ketakutan. Sejumlah pabrik menghentikan operasi dan sekolah-sekolah diliburkan sementara. Pihak berwenang mengerahkan petugas untuk memburunya, tetapi polisi yang berjaga pada malam 4 Juni justru melihat beruang tersebut meninggalkan lokasi. Yang lebih mengejutkan, beruang itu diduga membuka jendela sendiri untuk melarikan diri.

EtIndonesia.com Rekaman kamera pengawas yang dirilis sebuah pabrik menunjukkan seekor beruang tiba-tiba muncul dari sudut area dan menerkam seorang pria. Pria tersebut berusaha menghindar dengan berlari mengelilingi sebuah pohon sementara beruang mengejarnya. Pada akhirnya, pria itu tetap berhasil dijatuhkan oleh beruang.

Saat itu, sebuah mobil yang melintas dari luar secara tidak sengaja mengejutkan beruang tersebut. Beruang lalu berlari ke arah bangunan dan menghilang dari rekaman.

Sekitar 30 detik kemudian, seorang pekerja lain yang mengenakan pakaian putih mendekati bangunan. Beruang kembali muncul secara tiba-tiba, membuat orang tersebut panik dan melarikan diri. Rekaman juga memperlihatkan beruang itu bahkan menabrak dan memecahkan kaca jendela untuk keluar-masuk bangunan, meninggalkan banyak pecahan kaca di lokasi.

Menurut polisi, setelah melukai dua orang di dalam pabrik pertama, beruang tersebut berpindah ke pabrik lain di dekatnya dan menyerang seorang pria. Setelah itu, beruang memasuki kawasan permukiman dan menyerang seorang perempuan.

Keempat korban berusia antara 20 hingga 80 tahun. Salah satu korban mengalami luka serius, sementara korban lainnya tetap dalam keadaan sadar.

Setelah rangkaian serangan itu, beruang sempat terjebak di dalam sebuah gedung usaha. Karena lokasi tersebut menyimpan bahan-bahan mudah terbakar, petugas tidak dapat menggunakan senjata api. Pemerintah kota kemudian menyetujui penggunaan senapan bius untuk menangkapnya.

Namun, sebelum operasi penangkapan berhasil dilakukan, seorang polisi melihat beruang tersebut keluar melalui pintu utama gedung sekitar pukul 23.00 padal 3 Juni dan meninggalkan area pabrik.

Pemerintah Kota Fukushima menjelaskan bahwa pada 3 Juni sore, beruang masih berada di dalam bangunan. Namun ketika petugas memeriksa lokasi pada 4 Juni, mereka menemukan sebuah jendela di lantai satu yang sebelumnya menjadi lokasi beruang telah terbuka dan kawat nyamuknya rusak.

Jendela tersebut memiliki tinggi sekitar 120 sentimeter dan lebar 90 sentimeter, serta menggunakan pengunci tipe “crescent lock” (kunci bulan sabit), yaitu pengunci yang bekerja dengan memutar kait setengah lingkaran untuk mengunci dua daun jendela.

Karena petugas sebelumnya telah memastikan dari luar bahwa jendela itu dalam keadaan tertutup dan terkunci, mereka menduga beruang tersebut mungkin berhasil membuka kuncinya sendiri sebelum melarikan diri.

Polisi dan instansi terkait kemudian mengerahkan mobil patroli serta drone untuk melakukan pencarian. Namun hingga pukul 17.00 sore pada 4 Juni, keberadaan beruang itu masih belum diketahui.

Warga sekitar mengaku sangat khawatir.

Seorang pria berusia lebih dari 80 tahun berkata:

“Sulit merasa tenang sebelum beruang itu tertangkap. Sekarang saya selalu mengunci pintu rumah dan sebisa mungkin bepergian dengan mobil.”

Seorang perempuan berusia lebih dari 80 tahun juga mengatakan: “Saya tidak bisa mengemudi dan harus berjalan kaki ke rumah sakit. Sepanjang jalan saya merasa takut. Saya berharap beruang itu segera ditangkap.”

Pemerintah kota memperkirakan beruang tersebut masih berada di kawasan sekitar dan akan terus melanjutkan pencarian. Warga juga diimbau untuk menghindari bepergian sendirian.

Akibat insiden ini, sekolah dasar dan sekolah menengah di sekitar lokasi diliburkan sementara sejak 2 hingga 4 Juni dan mengganti kegiatan belajar dengan pembelajaran daring.

Komite Pendidikan Kota Fukushima menyatakan bahwa sekolah dijadwalkan kembali dibuka pada 5 Juni, dengan sejumlah langkah keamanan tambahan seperti penjemputan siswa oleh orang tua, penghentian aktivitas luar ruangan, dan penguatan penguncian pintu serta jendela sekolah.

Menanggapi fakta bahwa beruang tersebut tampaknya mampu membuka kunci jendela dan menunjukkan tingkat kecerdasan yang tinggi, Wali Kota Yuki Baba mengatakan dalam konferensi pers:

“Kami telah melakukan segala upaya yang bisa dilakukan. Meskipun tidak bisa dikatakan bahwa kami sama sekali tidak berdaya, hasil yang diharapkan memang belum tercapai, dan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Namun kami sama sekali tidak lalai dalam menjalankan tugas.”

Ia menambahkan bahwa pemerintah kota akan terus bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

Mengapa Kopi yang Anda Seduh Tidak Enak? Perhatikan Empat Detail Penting Ini

EtIndonesia.com Bagi banyak orang, hari yang menyenangkan dimulai dengan secangkir kopi. Namun, terkadang meskipun biji kopi yang digunakan cukup baik, hasil seduhannya terasa terlalu...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine