oleh Lin Yan
Hari Jumat (29 Mei), Reuters menerbitkan sebuah artikel beserta citra satelit yang menunjukkan bahwa militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara besar-besaran memperluas silo rudal dan infrastruktur lainnya termasuk platform peluncuran, bunker, dan simpul komunikasi di wilayah gurun yang berada di barat laut Tiongkok.
Citra satelit yang ditinjau oleh Reuters menunjukkan setidaknya terdapat 3 kompleks militer besar yang sedang dibangun di gurun terpencil di Tiongkok. Di sana terdapat lokasi peluncuran yang luas, bunker, dan simpul komunikasi yang membentuk kompleks bangunan jaringan segi delapan di dekat silo rudal nuklir. Dalam silo rudal ini mungkin saja menyimpan rudal jarak jauh militer PKT.
Laporan tersebut menyebutkan, setidaknya terdapat 80 platform peluncuran dan tiga fasilitas segi delapan di gurun Tiongkok, yang mungkin digunakan untuk konvoi peluncuran rudal bergerak dan pasukan pertahanan udara PKT.
Kompleks Bangunan Segi Delapan Buatan Manusia di Gurun
Infrastruktur militer gurun yang baru ditemukan berpusat di sekitar dua fasilitas segi delapan yang dibangun di Xinjiang timur selama 6 tahun terakhir. Fasilitas ini terletak di barat daya silo rudal nuklir Hami, masing-masing berjarak sekitar 140 km dan 230 km.
Citra satelit menunjukkan bahwa kompleks bangunan segi delapan ini berisi area akomodasi dan area parkir kendaraan militer besar, dikelilingi oleh bangunan bunker berlapis baja dan gudang penyimpanan senjata yang diperkuat, serta bandara dan jalur kereta api yang menghubungkan fasilitas ini dengan silo rudal Hami.
Citra tersebut juga menunjukkan bahwa antara bulan April hingga Mei tahun ini, kendaraan militer besar PKT melakukan latihan operasi berskala besar di bagian utara area segi delapan. Selain itu, dari jepretan citra satelit terbaru terlihat ada tenda besar dan apa yang diyakini beberapa analis sebagai lokasi peluncuran yang tersembunyi di gurun, beberapa di antaranya dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara.
Tiga orang pakar keamanan yang menganalisis gambar-gambar tersebut untuk Reuters menunjukkan bahwa beberapa fasilitas yang ditunjukkan dalam gambar tersebut dapat digunakan untuk mengerahkan rudal pertahanan udara bergerak, simpul peperangan elektronik, atau peluncur rudal balistik antarbenua bergerak dari jalan raya di platform yang lebih besar.
Alexander Neill, seorang peneliti di Pacific Forum, sebuah lembaga think tank di Hawaii, melaporkan bahwa menurut citra satelit, luas infrastruktur yang dibangun secara besar-besaran oleh Partai Komunis Tiongkok telah mencapai ribuan kilometer persegi gurun di luar silo rudal.
Ia percaya bahwa Beijing secara signifikan meningkatkan dan mendiversifikasi kemampuan pencegahan nuklir strategisnya.
Laporan Neill juga menunjukkan bahwa meskipun PKT memiliki kemampuan untuk meluncurkan senjata nuklir dari kapal selam dan pesawat terbang, silo rudal yang terletak di gurun Xinjiang dan Gansu tetap menjadi inti dari kekuatan nuklirnya.
Perlu dicatat bahwa kompleks bangunan segi delapan ini juga terletak di inti jaringan jalan dan pipa yang berada jauh di dalam gurun. Saluran-saluran ini terhubung ke platform peluncuran beton yang tersebar di antara bebatuan dan dasar sungai yang kering.
Peringatan Pakar: Tidak Mengesampingkan Segala Kemungkinan, Ini Luar Biasa
Skala fasilitas militer yang dibangun PKT di gurun telah mengejutkan para profesional senior. “Saya belum pernah melihat yang seperti ini—ini adalah proyek yang luar biasa,” ujar Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika Serikat kepada Reuters.
Ia menyatakan bahwa meskipun sulit untuk menentukan bagaimana fasilitas ini akan digunakan, tetapi mengingat bahwa ukurannya yang sangat besar, “Hampir tidak ada alasan untuk mengesampingkan kemungkinan apa pun.” Jalur yang menghubungkan berbagai platform peluncuran ini bisa jadi berisi kabel serat optik yang digunakan untuk komunikasi.
Hans Kristensen menjelaskan bahwa skala pertahanan yang dibangun militer PKT di sekitar silo rudal berbeda secara signifikan dari kekuatan nuklir nagara besar lainnya. Misalnya, Amerika Serikat dan Rusia biasanya mengandalkan banyak silo rudal, lokasi yang relatif tersembunyi, dan struktur yang kuat untuk pencegahan, daripada penyebaran sistem pertahanan rudal yang ekstensif.
Para analis juga menemukan sebuah fasilitas dengan antena satelit dan 2 menara besar yang mungkin digunakan untuk komunikasi luar angkasa atau gelombang mikro, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, lokasinya ada di bagian paling utara dekat fasilitas segi delapan.
Zhao Tong, seorang ahli kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace, menyatakan: “Singkatnya, struktur segi delapan dan menara-menara yang aneh itu kemungkinan terkait dengan sistem komando, kendali, dan komunikasi (K3), dan mungkin juga digunakan untuk memelihara dan menyimpan kekuatan nuklir PKT di silo rudal balistik antarbenua Hami.”
Lebih lanjut, di selatan area uji nuklir Lop Nur, terdapat fasilitas segi delapan ketiga, yang lebih kecil skalanya, yang tampaknya digunakan sebagai tempat uji coba. Gambar menunjukkan tanah di sekitarnya dipenuhi lubang-lubang bekas tembakan atau ledakan, ada bangunan yang rusak, dan target yang diyakini sebagai model jet tempur Barat.
Beberapa diplomat dan analis senior Barat percaya bahwa jika terjadi konflik atas Taiwan, PKT mungkin akan menggunakan pencegahan nuklir untuk mengintimidasi atau membatasi intervensi asing.
Kementerian Pertahanan Nasional PKT tidak menanggapi pertanyaan media mengenai program nuklir dan perkembangannya yang terungkap dari citra satelit. Pentagon menyatakan bahwa pihaknya tidak bersedia memberikan komentar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan intelijen. (***)


