Menjelang Piala Dunia 2026, Prancis Sita Ribuan Jersey Sepak Bola Palsu dari Tiongkok

EtIndonesia.com  Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, penjualan jersey sepak bola ikut meningkat pesat. Namun, penyitaan sejumlah besar barang palsu oleh otoritas Prancis baru-baru ini kembali menyoroti masalah produk tiruan yang diproduksi di Tiongkok.

Menurut laporan surat kabar Prancis Le Figaro, petugas bea cukai Prancis baru-baru ini menyita hampir 2.300 jersey sepak bola palsu di kota Chelles. Sebagian besar barang tersebut diketahui berasal dari Tiongkok.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama kasus serupa terjadi. Tahun lalu, bagian kargo pos Prancis juga menyita sekitar 20.000 jersey palsu di kota Lons-le-Saunier yang terletak di wilayah timur negara itu. Otoritas Prancis menilai bahwa pasar gelap jersey palsu berkembang pesat seiring semakin banyaknya konsumen yang membeli produk tiruan.

Perbedaan Harga yang Sangat Besar

Salah satu alasan maraknya jersey bajakan adalah perbedaan harga yang sangat mencolok dengan produk asli.

Menurut laporan tersebut, satu jersey resmi tim nasional dijual sekitar 110 euro, sementara versi tiruannya hanya sekitar 12,5 euro, atau hampir sepersepuluh dari harga asli.

Yang lebih mengkhawatirkan, kualitas barang palsu kini semakin sulit dibedakan dari produk asli. Jika dahulu kesalahan ejaan atau ketidaksesuaian logo dapat dengan mudah mengungkap bahwa suatu produk adalah tiruan, kini banyak jersey palsu yang secara visual hampir identik dengan produk resmi sehingga konsumen biasa kesulitan mengenalinya.

Banyak Penggemar Muda Memilih Produk Tiruan

Sejumlah penggemar sepak bola muda mengakui membeli jersey palsu karena alasan harga dan ketersediaan.

Seorang mahasiswa Prancis berusia 22 tahun mengatakan bahwa ia membeli beberapa jersey klasik karena versi aslinya sudah tidak diproduksi lagi dan harganya jauh lebih murah.

Sementara itu, seorang pekerja konstruksi berusia 24 tahun mengungkapkan bahwa ia menghabiskan sedikit lebih dari 100 euro untuk membeli lima jersey sekaligus, jumlah yang bahkan belum cukup untuk membeli satu jersey resmi.

Peringatan dari Bea Cukai Prancis

Meski lebih murah, otoritas Prancis mengingatkan bahwa produk-produk tersebut memiliki risiko keamanan karena asal-usul dan proses produksinya tidak jelas.

Menurut pejabat bea cukai, sebagian besar jersey palsu berasal dari Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara. Proses produksinya kurang transparan sehingga konsumen tidak mengetahui kandungan bahan pewarna, kain, maupun benang yang digunakan.

Sulit Diberantas

Bagi aparat penegak hukum, upaya pemberantasan juga semakin sulit. Jersey palsu biasanya dikirim dalam bentuk paket-paket kecil yang bercampur dengan jutaan barang yang masuk ke Prancis setiap hari, sehingga tidak mungkin memeriksa semuanya satu per satu.

Penjualan Jersey Resmi Tetap Tumbuh 

Meskipun masalah barang palsu semakin serius, pasar jersey resmi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Pelaku industri menyatakan bahwa jersey sepak bola kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan simbol identitas bagi banyak anak muda. Karena itu, penjualan produk resmi justru terus meningkat.

Dengan semakin dekatnya penyelenggaraan FIFA World Cup 2026, bea cukai Prancis memperkirakan permintaan terhadap jersey palsu akan kembali meningkat sepanjang musim panas tahun ini.

Sumber : NTDTV.com

Drop Cap StyleBoxCircleRegularBoldSmall Circle


Custom Top Margin (px)

ResetCustom Bottom Margin (px)

Reset

INSPIRASI ERABARU

Sosok Moch. Afan Zulkarnain: Mengajar dengan Hati, Menginspirasi Generasi Digital

oleh: Sang Fajar Dunia pendidikan Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama setelah pandemi COVID-19. Transformasi digital menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, dan guru-guru di...

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine