Sebuah Sungai di Zhejiang, Tiongkok Mendadak Berubah Menjadi “Sungai Susu”, Banyak Ikan Mengapung ke Permukaan

EtIndonesia.com Menurut laporan pada 7 Juni, sejumlah warga Kota Ruian, Wenzhou, Provinsi Zhejiang, mengeluhkan melalui media sosial bahwa air Sungai Dadianxia (Dadianxia He) yang melintasi kawasan perkotaan Ruian tiba-tiba berubah menjadi warna putih susu.

Rekaman video menunjukkan sebagian aliran sungai berwarna putih keruh seperti susu, sementara banyak ikan terlihat mengapung di permukaan air.

Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Tingtian, Kota Ruian, terutama di ruas Hebei Road, yang mengalir melewati beberapa desa.

Seorang warga bermarga Yu yang merekam video tersebut mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa pada malam 6 Juni warna air sungai masih normal. Namun, ketika ia keluar untuk membeli sayur sekitar pukul 07.00 pagi pada 7 Juni, ia mendapati air sungai telah berubah menjadi putih susu.

Menurutnya, ikan-ikan di sungai tidak terlihat mati, tetapi banyak yang naik ke permukaan, yang diduga akibat kekurangan oksigen. Ia juga mengatakan tidak mencium bau yang menyengat dari air tersebut.

Yu menjelaskan bahwa bagian sungai yang berubah warna hanya sepanjang ruas Hebei Road, dengan panjang sekitar 500 meter. Ia memperkirakan air berwarna putih tersebut berasal dari aliran hulu sungai. Meski kejadian sungai memutih pernah terjadi sebelumnya, kali ini kondisinya jauh lebih parah.

Dugaan Kebocoran Lem dari Pabrik

Pada 7 Juni, seorang staf Komite Desa Liansheng di Jalan Tingtian menyatakan bahwa perubahan warna sungai menjadi “Sungai Susu” disebabkan oleh kebocoran lem dari sebuah pabrik pita tenun bernama Hongming yang berada di dekat sungai.

Tak lama kemudian, Cabang Ruian dari Biro Lingkungan Hidup Kota Wenzhou mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut mereka, pada 7 Juni pukul 05.50 pagi , sebuah perusahaan pita tenun melaporkan bahwa terjadi kebocoran bahan baku berupa lem berbasis air (water-based adhesive) akibat kerusakan pada segel katup tangki penyimpanan.

Lem tersebut kemudian mengalir ke sungai yang berada di samping pabrik. Setelah kejadian diketahui, perusahaan segera menutup kebocoran dan menghentikan sumber pencemaran.

Seorang staf biro lingkungan hidup mengatakan kepada media bahwa kondisi sungai kini telah kembali jernih. Ia juga menegaskan bahwa lem yang bocor tersebut tidak termasuk dalam daftar resmi “zat beracun dan berbahaya”.

Warga Meragukan Klaim “Tidak Beracun”

Meski demikian, penjelasan pemerintah tidak berhasil meredakan kekhawatiran publik mengenai keamanan ekologi dan kualitas air sungai.

Banyak warganet mempertanyakan klaim bahwa zat tersebut tidak beracun.

Beberapa komentar warganet antara lain:

“Lem adalah salah satu sumber utama formaldehida. Kalau benar tidak berbahaya, suruh saja yang mengatakan itu meminumnya.”

“Lem itu sangat beracun. Hampir semua lem mengandung formaldehida.”

“Kalau pejabat lingkungan hidup berani meminumnya lebih dulu, baru saya percaya tidak beracun.”

“Kalau hubungan sudah beres dan perusahaan sudah bayar, maka langsung dianggap tidak beracun.”

Ada pula yang menduga bahwa ini bukan sekadar kecelakaan:

“Kedengarannya disebut kebocoran, tapi sebenarnya pembuangan limbah ilegal.”

“Bagaimana bisa lem dari pabrik sampai masuk ke sungai?”

“Mereka memanfaatkan hujan untuk membuang limbah, tapi hujannya keburu berhenti.”

“Ini jelas pembuangan limbah secara diam-diam. Nyawa ikan menjadi korban atas perbuatan manusia.”

“Kalau ketahuan disebut kebocoran. Kalau tidak ketahuan, entah berapa banyak limbah yang sudah dibuang.”

Sebagian warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan:

“Warnanya seperti ini masih dibilang tidak beracun? Menakutkan sekali.”

“Apakah ini ingin membuat semua orang terkena kanker?”

“Pihak yang bertanggung jawab di perusahaan harus dituntut secara pidana dan perusahaan harus dijatuhi denda berat.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Sosok Moch. Afan Zulkarnain: Mengajar dengan Hati, Menginspirasi Generasi Digital

oleh: Sang Fajar Dunia pendidikan Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama setelah pandemi COVID-19. Transformasi digital menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, dan guru-guru di...

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine