EtIndonesia.com Departemen Perang Amerika Serikat pada hari ini mengumumkan gelombang ketiga dokumen mengenai benda terbang tak dikenal (UFO), yang mencakup video dan laporan yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan. Menurut departemen tersebut, sejak situs web resmi UFO diluncurkan pada 8 Mei tahun ini, perhatian publik dari seluruh dunia sangat tinggi, dengan jumlah kunjungan yang telah melampaui 1,7 miliar kali.
Kumpulan dokumen yang baru di deklasifikasi ini meliputi puluhan berkas, gambar, video, rekaman audio, serta laporan dari berbagai lembaga seperti CIA, FBI, NASA, dan Departemen Pertahanan AS. Selain itu, dokumen tersebut juga memuat kesaksian langsung dari para saksi yang mengaku melihat fenomena tersebut.
Berbeda dengan materi yang dirilis sebelumnya, yang sebagian besar berupa rekaman militer, kali ini terdapat empat video yang direkam langsung oleh para saksi mata, memperlihatkan pengalaman mereka saat menyaksikan fenomena udara tak dikenal.
Menurut FBI, video-video tersebut telah melalui proses verifikasi dan dinilai memiliki tingkat kredibilitas yang sangat tinggi.
Salah satu video, yang diberi nama “Insiden Bola Cahaya di Timur Laut” dan terjadi pada Juli 2025, memperlihatkan dua bola cahaya merah terang bergerak di langit. Para saksi menggambarkan bahwa kedua objek tersebut bergerak dengan tenang tanpa suara, seolah-olah terbang dalam formasi atau saling terhubung oleh suatu ikatan sehingga bergerak secara serempak.
Video lainnya yang berjudul “Bola Cahaya di Atas Kolam” merekam sebuah peristiwa pada Oktober 2024, sekitar 40 kilometer dari lokasi insiden sebelumnya. Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah objek bercahaya muncul di dekat cakrawala dan melayang di atas sebuah kolam, diperkirakan berjarak sekitar 2.700 kaki (sekitar 823 meter) dari perekam.
Saksi menyatakan bahwa objek bercahaya itu menyerupai “bola plasma”, dengan bentuk dan tingkat kecerahan yang terus berubah. Pada beberapa saat, sumber cahaya utamanya tampak terpecah menjadi beberapa titik cahaya yang lebih kecil.
Untuk membantu merekonstruksi kejadian berdasarkan keterangan para agen dan saksi, FBI juga membuat gambar rekonstruksi digital, yang diselesaikan pada tahun ini.
Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa publikasi dokumen-dokumen yang telah diklasifikasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintahan Donald Trump untuk mendorong tingkat transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait informasi mengenai fenomena udara tak dikenal.
Sumber : NTDTV.com


