Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan ragi yang masih hidup di dalam tubuh sebuah mumi berusia 5.300 tahun, dan berhasil menggunakannya untuk membuat roti asam.
EtIndonesia.com Tim peneliti dari Lembaga Penelitian Mumi di Institut Penelitian Eropa (Eurac Research) Italia mempublikasikan hasil penelitian mereka pada hari Rabu (10 Juni) di jurnal Applied and Environmental Microbiology (Mikrobiologi Terapan dan Lingkungan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mumi yang dikenal sebagai “Manusia Es Ötzi” telah terawetkan dalam kondisi hampir beku selama ribuan tahun, namun mikroorganisme di dalam tubuhnya masih bertahan hidup dan tetap aktif.
“Manusia Es Ötzi” adalah sosok laki-laki yang hidup pada Zaman Perunggu; ia diperkirakan meninggal sekitar tahun 3300 SM akibat terkena panah. Pada tahun 1991, dua pendaki gunung asal Jerman menemukan jenazahnya di sebuah gletser di perbatasan antara Italia dan Austria.
Karena tertutup lapisan es dan salju selama ribuan tahun, kulit, organ dalam, isi perut, serta barang-barang yang dibawanya terawetkan dalam kondisi hampir utuh. Hal ini menjadikannya sumber petunjuk penting bagi penelitian mengenai kehidupan manusia Eropa pada masa prasejarah.
Para peneliti menemukan beberapa jenis ragi yang tahan dingin di usus, kulit, serta dalam air yang terbentuk dari pencairan sebagian jenazah Ötzi, lalu menggunakan ragi tersebut untuk membuat roti asam.
“Kami sama sekali tidak menduga akan menemukan ragi,” ujar peneliti utama, Mohammad Salhan, kepada kantor berita AFP.
Analisis genetik menunjukkan bahwa ragi-ragi ini masuk ke dalam tubuh Ötzi tak lama setelah ia meninggal, dan kemudian terawetkan bersama jenazahnya selama ribuan tahun.
“Ragi-ragi ini telah menemani perjalanan panjang Manusia Es Ötzi selama ribuan tahun,” tambah Frank Maixner, salah satu penulis laporan penelitian tersebut, dalam wawancara yang sama.
Tim peneliti sempat mencoba membuat roti menggunakan ragi purba ini, namun percobaan awal selalu gagal. Namun, setelah berusaha selama tiga bulan, eksperimen tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Akhirnya, kami mendapatkan adonan yang berfungsi normal dan bisa mengembang sepenuhnya dalam waktu 24 jam — cara kerjanya hampir sama persis dengan ragi biasa. Kami berhasil menghasilkan adonan yang sangat baik,” jelas Salhan dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi Eurac Research.
“Saya sendiri sebenarnya belum pernah memanggang roti sebelumnya — dan hasilnya pun cukup terlihat. Jadi tentu saja masih ada ruang untuk perbaikan. Namun, seperti yang saya katakan, ini semua adalah percobaan pertama kami,” tambahnya lagi.
Saat ini, para peneliti juga sedang mempertimbangkan kemungkinan menggunakan ragi purba ini untuk menyeduh bir.
“Kami berharap dapat melanjutkan penelitian ini dan melibatkan tim peneliti profesional dari industri pangan. Pembuatan roti adalah salah satu bidang penerapan yang paling jelas sedang kami pertimbangkan; bidang lainnya adalah pembuatan bir — kami bahkan sudah mendiskusikan hal ini dengan para ahli dari tempat pembuatan bir Weihenstephan di Jerman,” ungkap Salhan.
Manusia Es Ötzi telah lama menjadi perhatian dunia ilmiah. Ia meninggal di pegunungan yang tertutup salju dan es 5.300 tahun yang lalu, dan kasus kematiannya dianggap sebagai salah satu misteri pembunuhan tertua di dunia yang belum terpecahkan.
Sumber : NTDTV.com


