Wapres AS JD Vance Mengumumkan Dimulainya Negosiasi Selama 60 Hari, Kesepakatan AS-Iran Memasuki Fase Penting

EtIndonesia.com Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, pada Kamis (18/6/2026) mengumumkan bahwa masa negosiasi selama 60 hari terkait perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran telah resmi dimulai. Ia menegaskan bahwa Amerika akan terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran hingga tujuan akhir dari perjanjian tersebut benar-benar tercapai.

Vance menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menghancurkan infrastruktur nuklir Iran yang bernilai miliaran dolar AS dan kini menggunakan “jerat ekonomi” untuk membatasi kemampuan Iran membangun kembali program tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa arus transportasi energi melalui Selat Hormuz mulai pulih, risiko pelayaran menurun, dan militer AS telah mencabut sebagian pembatasan maritim yang sebelumnya diberlakukan.

“Ya, perjanjian itu sebenarnya dimulai sejak kemarin, tetapi kami akan menghitung masa 60 hari tersebut mulai hari ini,” katanya. 

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump dalam waktu dekat akan memberikan pengarahan kepada Kongres AS mengenai perjanjian tersebut. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Amerika akan terus mempertahankan tekanan ekonomi untuk mencegah Iran menghidupkan kembali program nuklirnya.

“Yang dihancurkan Amerika adalah infrastruktur nuklir senilai miliaran dolar. Untuk membangun kembali program itu, mereka membutuhkan dana yang sangat besar. Saat ini kami sedang menerapkan tekanan ekonomi yang ketat terhadap mereka. Selama mereka belum mengubah perilakunya secara mendasar, kami tidak akan melonggarkan tekanan tersebut,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa keputusan apakah pasukan AS akan ditarik kembali ke posisi sebelum konflik bergantung pada isi perjanjian akhir, serta pada kepatuhan Iran terhadap komitmennya dan kesediaannya menerima inspeksi internasional.

“Rencana penarikan pasukan bergantung pada perjanjian akhir. Syaratnya adalah Iran mematuhi perjanjian, memberikan akses inspeksi kepada kami, dan mengambil langkah-langkah nyata serta substantif dalam mendukung perdamaian,” katanya. 

Mengenai Lebanon, Vance mengatakan bahwa salah satu tujuan dari perjanjian damai antara AS dan Iran adalah agar pemerintah Lebanon dapat mengelola wilayah selatan negaranya sendiri, bukan dikuasai oleh Hizbullah.

Ia juga menekankan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, namun pada saat yang sama harus menghormati proses perdamaian yang sedang berlangsung. Menurutnya, proses tersebut tidak hanya menguntungkan Israel, tetapi juga seluruh kawasan.

“Presiden sudah menyampaikannya dengan sangat jelas. Ia tidak akan meninggalkan Israel. Tidak seorang pun dapat mencabut hak suatu negara untuk membela diri. Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri,” jelasnya. 

Selain itu, Vance menyebut bahwa pelayaran dan pengiriman energi melalui Selat Hormuz secara bertahap telah kembali normal.

Ia mengatakan: “Tadi malam, sebanyak 12,5 juta barel minyak melewati Selat Hormuz, jumlah tertinggi sejak konflik dimulai.”

Di bidang militer, Vance menyatakan bahwa untuk malam kedua berturut-turut Iran tidak melakukan penembakan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia juga mengatakan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Kamis menyampaikan bahwa militer AS telah mencabut blokade terhadap lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Terakhir, Vance mengungkapkan bahwa perundingan teknis mengenai perjanjian dengan Iran dijadwalkan dimulai pada akhir pekan ini. Ia juga berencana memimpin langsung delegasi negosiasi Amerika Serikat dalam pembicaraan dengan pihak Iran.

Laporan oleh Liu Jiajia, NTD Television, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut HasilSaat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine