EtIndonesia.com Ibu kota Venezuela, Caracas, diguncang gempa bumi kuat pada 24 Juni 2026. Tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban di antara bangunan yang runtuh.
Menurut laporan, pada 24 Juni sore waktu setempat, Venezuela dilanda gempa berkekuatan di atas 7,0 magnitudo. Guncangan kuat terasa hingga ibu kota Caracas, menyebabkan sejumlah bangunan roboh dan warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pada pukul 18.04 waktu setempat terjadi gempa berkekuatan 7,2 magnitudo sekitar 24 kilometer timur laut San Felipe, Venezuela (10,387° LU, 68,520° BB), dengan kedalaman 21,9 kilometer.
Hanya berselang satu menit kemudian, pada pukul 18.05, gempa kedua berkekuatan 7,5 magnitudo terjadi sekitar 23 kilometer tenggara Yumare, Venezuela (10,453° LU, 68,514° BB), dengan kedalaman hanya 10 kilometer, sehingga termasuk gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar.
Venezuelans SCRAMBLE FOR DEAR LIFE as they COWER for cover at Caracas Intl airport while ceilings COLLAPSE around them from DESTRUCTIVE EARTHQUAKE
— Alexander Joseph S Babao🇵🇭 (@Josef_Alexandr) June 25, 2026
USGS reports a 'doublet event' — 7.1 foreshock followed 45 seconds later by a 7.5 mainshock
RT News Source pic.twitter.com/ArmLxgia6E
Media independen Venezuela Contrapunto melaporkan bahwa karena pusat gempa relatif dangkal, sejumlah kota di sekitarnya seperti Montalbán, Yumare, Nirgua, Valencia, Maracay, dan Barquisimeto turut merasakan dampak yang signifikan. Penduduk di wilayah pusat Caracas juga melaporkan guncangan yang sangat kuat dan berlangsung cukup lama.
Laporan awal menunjukkan beberapa bangunan di bagian utara ibu kota dan wilayah dekat episentrum mengalami kerusakan struktural, termasuk dinding luar yang runtuh dan munculnya retakan besar. Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan adanya korban jiwa maupun estimasi kerugian material yang besar.
Menurut laporan CBS News, gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Venezuela, termasuk Caracas. Banyak warga segera meninggalkan gedung-gedung yang berguncang dan berkumpul di ruang terbuka. Sejumlah saksi melihat dinding bangunan ambruk, perabotan berserakan di jalan, sementara kepanikan tampak jelas di wajah masyarakat.
Immense damage seen to buildings across Venezuela’s capital of Caracas, following what now appears to have been a “double-event” 7.2 and 7.5 magnitude earthquake back-to-back near the coast in Northern Venezuela, according to the U.S. Geological Survey (USGS). pic.twitter.com/XoG2jSJMf2
— OSINTdefender (@sentdefender) June 24, 2026
Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello menyatakan bahwa banyak negara bagian merasakan guncangan tersebut. Ia menyebut situasi di kawasan Altamira, Caracas, “mengkhawatirkan” karena adanya rumah dan bangunan yang roboh. Ia juga mengimbau masyarakat tetap berada di luar ruangan karena gempa susulan dapat memperparah kerusakan bangunan yang sudah terdampak.
Di negara tetangga Kolombia, warga ibu kota Bogotá juga merasakan getaran gempa. Sebagai langkah pencegahan, sebagian penduduk dievakuasi dari gedung-gedung.
Setelah gempa terjadi, banyak bangunan di Caracas bergoyang hebat dan warga panik berlarian menyelamatkan diri. Rekaman yang diunggah pengguna media sosial menunjukkan sejumlah bangunan runtuh akibat gempa tersebut.
USGS memperingatkan bahwa gempa kuat ini berpotensi menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan yang meluas di berbagai daerah.
Menurut laporan Reuters, para saksi mata melihat mobil pemadam kebakaran hilir mudik di jalanan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk dinding luar yang mengelupas dan retak, serta pecahan kaca yang berserakan di mana-mana. Banyak wilayah juga mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi.
Seorang warga setempat berusia 80 tahun bernama Maria Romero mengatakan bahwa gempa kali ini bahkan lebih mengerikan dibanding gempa besar yang pernah ia alami pada tahun 1967.
Setelah gempa terjadi, Pusat Peringatan Tsunami Nasional Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk Puerto Riko dan Kepulauan Virgin, sementara wilayah pesisir Venezuela serta pulau-pulau terdekat seperti Bonaire, Aruba, dan Curaçao juga berada di bawah peringatan tsunami. (***)


