Pemilik Toko di SAGA Plaza Xi’an Diduga Ditekan Hingga Bundir, Otoritas Hapus Unggahan di Medsos dan Tangkap Warga

Pada 1 Juli, seorang pemilik toko di SAGA International Shopping Center di Xi’an dilaporkan meninggal dunia setelah melompat dari gedung. Peristiwa ini memicu perhatian luas di media sosial. Otoritas setempat disebut segera menghapus berbagai unggahan terkait dan menekan topik tersebut agar tidak menjadi trending. Sementara itu, sejumlah warga berkumpul di depan pusat perbelanjaan untuk menuntut penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga melindungi manajemen mal. Aparat mengerahkan banyak polisi anti huru-hara untuk membubarkan massa dan menangkap beberapa orang.

EtIndonesia.com Video yang beredar di internet memperlihatkan staf mal memegang kain penutup untuk menutupi lokasi kejadian di area taman air di lantai B2, sementara polisi juga terlihat menangani situasi di lokasi.

Menurut informasi yang beredar, korban adalah Yan Peng, Ketua Lihe Group. Penyebab tragedi ini diduga berawal dari peristiwa empat tahun lalu ketika seorang pegawai tokonya membantu pelanggan memecah kupon promosi saat melakukan pembelian dalam sebuah kegiatan promosi mal. 

Akibatnya, pihak mal menjatuhkan denda sebesar 11,456 juta yuan kepada tokonya, yang menyebabkan arus kas perusahaan terputus. Selain itu, mal juga memaksa tokonya untuk keluar dari pusat perbelanjaan.

Selama empat tahun terakhir, Yan Peng disebut terus berupaya bernegosiasi dengan pihak mal, namun tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, ia diduga memilih mengakhiri hidupnya karena tekanan yang terus berlangsung.

(Tangkapan layar dari internet)
(Tangkapan layar dari internet)
(Tangkapan layar dari internet)

Seorang warganet yang mengetahui kasus tersebut menulis pesan : “Karena empat tahun lalu pegawai toko membantu pelanggan menggunakan kupon saat promosi mal. Saat itu sebenarnya hampir semua toko melakukan hal yang sama demi meningkatkan penjualan dan membantu pelanggan menghemat uang.” 

“Namun toko mereka justru dijadikan sasaran dan didenda 11,456 juta yuan. Bosnya tidak menerima keputusan itu sehingga perselisihan berlangsung selama empat tahun. Sekarang SAGA bahkan menahan pembayaran hasil penjualan mereka dan memaksa mereka menutup toko. Bosnya akhirnya ditekan sampai meninggal dunia.”

Pesan Korban kepada Ketua SAGA

Sebuah tangkapan layar percakapan yang beredar menunjukkan pesan yang ditulis Yan Peng kepada Ketua SAGA, Zhao Gui, yang memperkuat keterangan tersebut.

Dalam pesan itu, Yan Peng mengatakan bahwa ia telah berulang kali berusaha berkomunikasi dengan Zhao Gui.

Ia menulis: “Pembayaran hasil penjualan kami sudah beberapa bulan tidak bisa dicairkan, sehingga kami tidak bisa lagi membeli barang.”

Ia juga mengatakan bahwa hukuman tersebut terlalu berat dan memberikan pukulan besar baginya, bahkan membuatnya menderita depresi.

Ia mempertanyakan: “Kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan secara adil dan sesuai hukum negara, lalu SAGA hanya dengan satu keputusan bisa menjatuhkan denda sebesar 11,456 juta yuan kepada saya, saya benar-benar tidak bisa menerima. Lagi pula, SAGA juga tidak memiliki kewenangan hukum untuk menjatuhkan denda sebesar itu.”

Warganet Mempertanyakan Kewenangan Mal

Sejumlah warganet mempertanyakan dasar hukum denda tersebut.

Salah seorang menulis: “Dari mana sebuah pusat perbelanjaan mendapatkan kewenangan seperti aparat penegak hukum sehingga bisa seenaknya menjatuhkan denda lebih dari sebelas juta yuan?”

Warganet lain mengatakan: “Dendanya memang terlalu berat. Empat tahun lalu hampir semua warga Xi’an tahu mengenai promosi itu. Hampir semua toko melakukan hal yang sama. Kemungkinan hanya satu toko yang dijadikan contoh untuk menakut-nakuti yang lain. Akhirnya malah berujung tragedi.”

Ada pula komentar: “Sangat menyedihkan. Selain didenda lebih dari sebelas juta yuan, seluruh merek yang dikelola perusahaan ini juga dipaksa keluar dari mal. Setelah itu, mal justru mengelola sendiri merek-merek tersebut. Jadi bukan hanya uang mereka ditahan, tetapi juga mata pencaharian mereka diputus. Benar-benar didorong ke jalan buntu.”

Warga Berkumpul Menuntut Penyelidikan terhadap Pihak yang Melindungi SAGA

Menurut beberapa warganet, setelah kejadian tersebut pihak mal segera membersihkan lokasi, dan hanya beberapa jam kemudian pusat perbelanjaan kembali beroperasi seperti biasa.

Ada yang mengomentari: “Pihak mal sendiri yang membersihkan lokasi dan memindahkan jenazah. Kurang dari satu jam kemudian penjualan kembali berlangsung seperti biasa. Dimana keadilannya? Nyawa manusia diperlakukan seperti tidak ada artinya.”

Warganet lainnya menulis: “Bagaimana rakyat biasa bisa bertahan hidup? Hampir setiap tahun ada orang yang melompat di SAGA. Setelah seseorang meninggal, kurang dari satu jam kemudian semuanya dibersihkan dan mal kembali beroperasi seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kalau mal lain melakukan hal seperti ini, pasti sudah lama diselidiki.”

Peristiwa tersebut memicu kemarahan masyarakat. Pada malam harinya, banyak warga Xi’an berkumpul di depan SAGA untuk menuntut keadilan.

Video yang beredar memperlihatkan massa menyanyikan lagu “Bangkitlah! Bangkitlah! Mereka yang tidak mau menjadi budak!” (lagu kebangsaan Tiongkok). Otoritas kemudian mengerahkan banyak polisi anti huru-hara dan melakukan penangkapan terhadap sejumlah peserta aksi.

SAGA Dituduh Memiliki Kekuatan “Dunia Hitam”, Warga Serukan Boikot

Setelah tragedi itu, media lokal di Xi’an disebut hampir tidak memberitakan kasus tersebut. Otoritas juga dituduh segera menghapus berbagai unggahan dan menekan topik tersebut di media sosial.

Sejumlah warganet berkomentar: “Menakutkan sekali. Topik ini terus ditekan agar tidak menjadi trending.”

“Media Xi’an, apakah kalian semua sedang tidur?”

Banyak orang juga menuduh Ketua SAGA, Zhao Gui, memiliki jaringan kekuasaan yang sangat kuat serta perlindungan dari pihak berwenang.

Beberapa komentar menyebut: “Zhao Gui sangat berkuasa, pasti ada pelindung di belakangnya.”

“Harus benar-benar menyelidiki SAGA. Hampir setiap tahun ada orang yang bunuh diri di sana, tetapi semuanya selalu ditutup-tutupi agar tidak diketahui publik.”

Seorang warganet bahkan mengaku pernah mengalami kejadian serupa : “Dulu ada pemilik toko yang seluruh tokonya dihancurkan oleh SAGA. Ia melapor ke Kantor Polisi Xiaozhai belasan bahkan puluhan kali, tetapi tidak pernah diproses. Ia juga mengajukan pengaduan kepada Wali Kota Xi’an, namun tidak pernah mendapat balasan.” 

“Setelah Zhao Gui mengetahui hal itu, ia bahkan berkata, ‘Jangankan wali kota Xi’an, sekalipun Sekretaris Partai Provinsi Shaanxi datang, saya cukup menelepon satu kali saja semuanya bisa dibereskan.’ Sebenarnya sebesar apa pelindung di belakangnya?”

Di media sosial Tiongkok, banyak warga Xi’an membagikan informasi mengenai kasus ini dan menyerukan boikot terhadap SAGA.

Beberapa komentar di antaranya: “Boikot SAGA! Semoga media terus mengawal kasus ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban serta masyarakat.”

“Sebagai warga Xi’an, kita tidak boleh berpura-pura tidak melihat apa yang terjadi. Yang bisa saya lakukan adalah berhenti berbelanja di SAGA. Semoga seluruh toko yang dikelola sendiri oleh mereka bangkrut, dan para pemilik toko lain segera pindah ke pusat perbelanjaan yang lebih normal.”

Disusun berdasarkan laporan wartawan Li Li / Lin Qing – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Ketahui Jalan Kehidupan yang Dapat Menyelamatkan Anda dari Kesalahan yang Memakan Waktu Puluhan Tahun

Sebagian besar jalan memutar dalam hidup bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh kesalahan penilaian kecil yang dilakukan berulang kali. Apa yang akan dibahas berikut...

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine