Dana Bergulir dengan Jaminan Pohon hingga Tips Perbaiki SLIK, Ini Peluang Pembiayaan UMKM dari OJK, BPDLH, dan Bank Jatim

SURABAYA – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur kini memiliki lebih banyak jalan untuk mengakses pembiayaan formal. Dalam acara Business Matching Pembiayaan pada rangkaian Java Coffee and Flavor Fest (JCFF) 2026 di Hotel Kampi, Surabaya, tiga lembaga keuangan memaparkan peluang dan syarat pembiayaan yang selama ini mungkin belum diketahui para pelaku usaha.

Acara yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas UMKM dalam Mengakses Pembiayaan Formal yang Produktif dan Berkelanjutan” ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dan Bank Jatim. Ketiganya sepakat: akses pembiayaan bukan sekadar urusan modal, tetapi juga soal literasi, persiapan administrasi, dan kolaborasi.

“Tema kali ini adalah penguatan kapasitas UMKM dalam mengakses pembiayaan formal yang produktif dan berkelanjutan yang berarti UMKM itu perlu didorong untuk pencapaian pembiayaan,” jelas Donni Fajar Anugrah, Advisor kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam kata sambutannya.

OJK: Literasi Keuangan adalah Tameng dari Scam dan Pinjol Ilegal

Indrawan Nugroho Utomo, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK Edukasi dan Perlindungan OJK Jawa Timur, membuka pemaparan dengan data mengejutkan: pembiayaan UMKM di Jawa Timur sudah menjadi yang tertinggi di Indonesia, mencapai Rp222 triliun. Namun, indeks literasi keuangan untuk sektor pasar modal masih sangat rendah, hanya 1 persen.

“Literasi keuangan itu penting sebagai pondasi perlindungan diri. Banyak masyarakat yang sudah mengakses lembaga jasa keuangan tetapi tidak memahami hak dan kewajibannya,” ujar Indrawan

Ia mengingatkan agar pelaku UMKM mewaspadai tiga sindrom berbahaya: YOLO (You Only Live Once – menghabiskan uang tanpa perencanaan), FOMO (Fear Of Missing Out – ikut-ikutan tanpa riset), dan FOPO (Fear Of Other People’s Opinion – takut omongan tetangga).

“Di Jawa Timur, FOPO itu nyata. Takut dianggap tidak sukses sama tetangga, akhirnya usaha masih berkembang tapi sudah beli mobil dengan kredit yang tidak sesuai kemampuan,” tegasnya.

SLIK dan Perbaikan Profil Kredit

Salah satu pertanyaan paling krusial dari peserta: bagaimana memperbaiki riwayat kredit di SLIK OJK jika pernah bermasalah? Indrawan menjawab tegas: harus dilunasi.

“SLIK bukan syarat mutlak, tapi kalau riwayatnya jelek dan tidak dilunasi, tidak akan hilang. Sekarang OJK sudah punya kebijakan percepatan update SLIK: 3 hari kerja setelah lunas, langsung terupdate,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pelaku UMKM rutin mengecek riwayat kreditnya melalui laman debiku.ojk.go.id untuk memastikan tidak ada kesalahan input data dari lembaga keuangan.

Waspada Scam dan Pinjol Ilegal

Indrawan membeberkan fakta mencengangkan: berdasarkan survei 112 negara, Indonesia berada di peringkat 111 dalam hal kerentanan terhadap penipuan (scam).

“Indonesia darurat scam. Hati-hati membagikan data pribadi di media sosial, jangan gunakan password yang mudah ditebak seperti nama anak atau tanggal lahir, dan jangan pernah klik link APK yang tidak dikenal,” pungkasnya.

BPDLH: Jaminan Pohon, Suku Bunga 3 Persen per Tahun

Eko Prasondita, Kepala Divisi Penyaluran Pinjaman BPDLH, membawa kabar menarik bagi UMKM di sektor perkebunan dan kehutanan. BPDLH adalah satu-satunya lembaga pembiayaan di dunia yang menerima jaminan berupa pohon.

“Selama pembiayaan, pohon itu harus dijaga. Karena misi kami tidak hanya memberikan pendanaan, tapi juga menjaga lingkungan,” ujar Eko.

BPDLH memiliki dua skema utama:

1. Dana Hibah (Dana Layanan Masyarakat)

– Untuk penggiat lingkungan, komunitas, hingga sekolah

– Plafon hingga Rp50 juta per aktivitas

– Dibuka tiga kali setahun, sudah menjangkau 36 provinsi dengan total penyaluran Rp11,4 miliar

2. Pembiayaan Pinjaman (Fasilitas Dana Bergulir)

– Untuk UMKM di bidang kehutanan/agroforestri (kopi, kakao, buah-buahan)

– Jaminan: pohon** (dihitung nilai komersialnya)

– Suku bunga 2-3 persen per tahun

– Maksimal Rp50 juta per orang, tenor hingga 3 tahun

– Syarat: tergabung dalam kelompok tani atau kelompok usaha legal

“Kami sudah menyalurkan hampir Rp1,7 triliun kepada 61 ribu debitur dari Aceh sampai Papua,” jelas Eko.

BPDLH juga membuka pembiayaan untuk ekonomi sirkular, seperti pengolahan sampah organik, maggot, dan pupuk organik, dengan bunga 2,8-3,2 persen per tahun.

“Kalau kopi, kami bisa hubungkan dengan offtaker seperti PT Olam atau Mars Indonesia. Petani dapat insentif tambahan jika menggunakan kriteria hijau dengan sertifikasi Rainforest Alliance,” tambahnya.

 Bank Jatim: Dari KUR hingga Bimbingan Naik Kelas

Alam Kurniawan, Senior Officer Group Manajemen Micro Credit Division Bank Jatim, memaparkan bahwa UMKM menyumbang 59,5 persen terhadap PDRB Jawa Timur. Jumlah UMKM di provinsi ini mencapai 9,78 juta unit, dengan 5,16 juta di antaranya di sektor pertanian.

Bank Jatim menawarkan berbagai produk pembiayaan:

Produk Kerja Sama Pemerintah:

– KUR (Kredit Usaha Rakyat): bunga bersubsidi

– Kredit Dagulir: kerja sama Pemprov Jatim, bunga 4 persen, maksimal Rp300 juta

– Kredit Alsintan: untuk alat mesin pertanian

Produk Internal Bank Jatim:

-Kredit Jatim Mikro: tanpa batasan akses, bisa berulang kali

Persyaratan Kredit:

– KTP (NIK) untuk pengecekan SLIK

– NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta

– Kartu Keluarga, Akta Nikah

– NIB (Nomor Induk Berusaha)

– Agunan berupa aset tetap (sertifikat tanah/BPKB/deposito)

Proses Pengajuan Kredit:

1. Pengajuan dengan data lengkap

2. Verifikasi dan pengecekan SLIK

3. Wawancara dan survei lapangan (on the spot)

4. Analisis 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition of Economy)

5. Realisasi kredit

Solusi bagi UMKM Tanpa Agunan Cukup

Pertanyaan menarik muncul dari Edi, pelaku usaha Kopi Wonosalam. Ia mengaku memiliki kontrak kerja sama (PO) dengan pembeli, tapi agunan yang dimiliki tidak sebanding dengan nilai pembiayaan yang dibutuhkan. Bisa kah kontrak tersebut dijadikan jaminan?

Alam menjawab: bisa.

“Ada skema cessie (pengalihan piutang). Pembayaran dari pemberi kerja akan dialihkan ke Bank Jatim, sehingga kami bisa memotong kewajiban debitur terlebih dahulu. Ini solusi bagi UMKM yang memiliki kontrak kerja sama tapi agunan terbatas,” jelas Alam.

Bank Jatim juga memiliki program B-Skill Center, pusat pelatihan UMKM naik kelas yang mencakup literasi keuangan, manajemen laporan keuangan, hingga digital marketing.

“Kami tidak hanya memberikan pendanaan, tapi juga berfungsi sebagai konsultan. Kami kawal UMKM dari awal sampai benar-benar tumbuh dan naik kelas,” pungkas Alam.

Business Matching Pembiayaan ini merupakan rangkaian dari Java Coffee and Flavor Fest (JCFF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Acara bertujuan mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan formal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

INSPIRASI ERABARU

4 Makanan Tinggi Protein yang Membantu Lansia Meningkatkan Imunitas dan Mempertahankan Massa Otot

Asupan protein cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan dampaknya sering kali muncul secara perlahan tanpa disadari. Ketika massa otot melemah, infeksi menjadi lebih lama...

Kelelahan yang Tidak Dapat Dijelaskan Mungkin Menandakan Terkurasnya Energi, Bukan Penyakit Fisik

Dalam pemahaman kebanyakan orang,  “pandemi” biasanya dikaitkan dengan virus, bakteri, atau laporan medis. Namun, dalam sejarah penelitian spiritual di Amerika Serikat pada abad ke-20,...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine