EtIndonesia.com Sejumlah kebakaran hutan di Spanyol terus meluas di luar kendali. Untuk mempercepat pengerahan sumber daya dalam memadamkan api, pada Kamis malam (23 Juli), pemerintah secara resmi menetapkan status darurat nasional di Wilayah Madrid dan Provinsi Ávila, yang berbatasan dengan ibu kota Madrid.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 10.000 orang di wilayah metropolitan Madrid telah dievakuasi. Penanganan krisis selanjutnya akan dikoordinasikan oleh Unit Darurat Militer Spanyol (UME).
Pada 23 Juli pagi, pemerintah juga mengeluarkan perintah evakuasi kepada sekitar 3.500 penduduk Desa Aldea de Fresno, yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Madrid.
Menurut laporan AFP, kebakaran yang terjadi di Provinsi Ávila pada 23 Juli masih belum berhasil dikendalikan.
Media Spanyol melaporkan bahwa penduduk di beberapa kota, termasuk Burgohondo, El Tiemblo, dan Navaluenga, diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah demi keselamatan.
Kebakaran terbesar saat ini berada di Provinsi Guadalajara, sekitar 100 kilometer dari Madrid. Sejak 16 Juli, api telah membakar sekitar 32.000 hektare kawasan hutan.
Berdasarkan data dari European Forest Fire Information System (EFFIS), sepanjang tahun 2026 hampir 125.000 hektare hutan di Spanyol telah terbakar. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 luas hutan yang terbakar mencapai sekitar 393.000 hektare.
Menurut data dari tim penyelamat darurat, kebakaran hutan kali ini telah menyebabkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia, sementara 19 hingga 23 orang masih dinyatakan hilang.
Sumber : NTDTV.com


