Hujan Lebat di Henan, Tiongkok Menyebabkan Tanggul Jebol, Jembatan Tujuh Lengkung Berusia 500 Tahun Diterjang Banjir Hingga Runtuh

EtIndonesia.com Beberapa hari terakhir, akibat pengaruh Topan “Dolphin, berbagai wilayah di Provinsi Henan, Tiongkok  dilanda hujan deras secara terus-menerus. Sejumlah sungai berada dalam kondisi kritis. Sebagian tanggul sungai di Kabupaten Jia, Kota Pingdingshan, jebol dan menyebabkan banyak rumah warga terendam. Sebuah jembatan tujuh lengkung berusia sekitar 500 tahun juga dihantam banjir hingga runtuh.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, sejak 10 Agustus, Observatorium Meteorologi Kabupaten Jia telah beberapa kali mengeluarkan peringatan hujan lebat.

Pada 12 Agustus malam, tanggul sungai yang dibangun masyarakat di sepanjang Sungai Beiru, wilayah Changqiao, Kabupaten Jia, mengalami jebol dengan lebar lebih dari 40 meter. Air sungai meluap dan menggenangi lahan pertanian di sekitarnya. Pihak berwenang menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada korban jiwa.

Sejumlah warga setempat mengungkapkan: “Di beberapa tempat, air sudah setinggi pinggang. Sebagian besar lahan pertanian di tepi selatan Sungai Beiru terendam, dan beberapa rumah di desa-desa tertentu juga kebanjiran.”

Sejumlah warga setempat mengunggah video yang menunjukkan bahwa Jembatan Tujuh Lengkung (Qikong Bridge) di wilayah Zhongtou, Kabupaten Jia, yang memiliki sejarah hampir 500 tahun, telah diterjang banjir hingga runtuh.

Menurut keterangan warga yang tinggal di sekitar jembatan kepada media daratan Tiongkok pada pagi 13 Agustus, sekitar pukul 11.00 pada 12 Agustus hujan turun sangat deras. Permukaan sungai naik, tetapi air belum melampaui permukaan jembatan. Namun, arus air sangat deras. Sekitar pukul 23.00, Jembatan Tujuh Lengkung tersebut akhirnya runtuh.

Warga tersebut mengatakan: “Jembatan ini memiliki sejarah yang sangat panjang, sekitar 400–500 tahun. Sungguh disayangkan. Sekarang tiga lengkungnya sudah runtuh dan fondasi salah satu lengkung lainnya juga tidak stabil. Hari ini para pelaku usaha di sekitar sini semuanya berhenti beroperasi. Di sekitar jembatan juga belum dipasang pagar pembatas, jadi agak berbahaya.”

Menurut video yang dipublikasikan oleh akun resmi Pemerintah Kota Pingdingshan, berdasarkan penelitian sejarah, Jembatan Tujuh Lengkung dibangun pada tahun ke-13 era pemerintahan Kaisar Jiajing Dinasti Ming, atau tahun 1534, oleh hakim wilayah saat itu, Chen Wangshou.

Jembatan tersebut melintasi Sungai Lan. Keunikannya adalah baik struktur keseluruhan maupun bagian-bagiannya banyak menggunakan pola angka tujuh.

Jembatan memiliki tujuh lengkung utama, dan setiap lengkung utama tersusun dari tujuh batu berbentuk busur. Setiap pilar jembatan terdiri atas tujuh batu besar yang disusun sebagai tiang. Di bawah setiap lengkung, searah aliran sungai, terdapat tujuh batu besar yang disusun memanjang.

Lebar permukaan setiap bagian jembatan juga tersusun dari tujuh batu panjang. Jarak antara pilar-pilar batu pagar jembatan di kedua sisi masing-masing adalah tujuh chi atau sekitar 2,3 meter.

Seluruh badan jembatan konon ditopang oleh dua ukiran naga raksasa di sisi timur dan barat. Kepala naga menghadap ke utara, sedangkan ekornya menghadap ke selatan.

Selain pagar jembatan yang pernah mengalami renovasi, permukaan dan struktur utama jembatan pada dasarnya masih mempertahankan bentuk aslinya.

Seorang staf Pusat Perlindungan Peninggalan Budaya Kota Pingdingshan mengatakan bahwa Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jia telah pergi ke lokasi untuk menangani situasi tersebut. Langkah selanjutnya baru dapat ditentukan setelah debit air surut.

Reporter: Li Li | Editor: Xu Gengwen

INSPIRASI ERABARU

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

Ke Mana Arah Pernikahan? Pelajaran Abadi dari Kisah Li Wa

Hari ini, kita hidup di tengah kelimpahan materi, tetapi sekaligus menghadapi kerapuhan emosional. Pernikahan dan hubungan asmara modern kerap gagal memberikan rasa aman. Perdebatan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine