Suara Tangisan Terdengar dari Bawah Reruntuhan, Bocah Perempuan Nepal Berusia 6 Tahun Diselamatkan Setelah Terkubur Selama 3 Hari

Bencana tanah longsor dahsyat terjadi di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, menghancurkan desa, jembatan, jalan, serta berbagai infrastruktur, dan menyebabkan banyak korban tewas maupun hilang. Tim penyelamat Nepal terus berpacu menyelamatkan nyawa di tengah lumpur dan reruntuhan yang porak-poranda, meninggalkan banyak momen yang mengharukan. Baru-baru ini, seorang bocah perempuan Nepal berusia 6 tahun berhasil diselamatkan secara ajaib setelah tertimbun selama tiga hari, memberikan secercah harapan bagi ribuan keluarga yang masih mencari kerabat mereka.

EtIndonesia.com  Hingga pukul 13.00 waktu setempat pada 30 Agustus, informasi dari Kepolisian Nepal menunjukkan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir telah mencapai 788 orang, sementara 2.502 orang masih hilang, termasuk sedikitnya 540 warga negara asing. Sementara itu, jumlah orang yang berhasil diselamatkan telah mencapai 8.730 orang.

Menurut laporan Deccan Herald, pada Jumat tim penyelamat Nepal melakukan operasi penyelamatan yang disebut sebagai keajaiban. Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun bernama Manisha di Distrik Rasuwa berhasil diselamatkan oleh Angkatan Polisi Bersenjata Nepal (APF) setelah tertimbun selama sekitar tiga hari di bawah lumpur dan reruntuhan akibat banjir serta longsor.

Bocah yang terperangkap itu ditemukan ketika anggota APF sedang mencari korban yang tertimbun dan mendengar suara tangisan dari bawah tumpukan reruntuhan. Tim kepolisian segera melakukan penggalian dan akhirnya menemukan Manisha yang tertimbun di bawah tanah. Saat ditemukan, kondisi kesehatannya terus memburuk.

Video penyelamatan merekam proses evakuasi Manisha. Dalam rekaman terlihat sejumlah petugas keamanan berseragam loreng berjongkok di tepi lubang sempit dan dengan sangat hati-hati menyingkirkan berbagai penghalang. Mereka kemudian mengangkat bocah tersebut dan membawanya ke tempat yang aman. Seluruh proses penyelamatan berlangsung sekitar dua jam.

Setelah berhasil dikeluarkan, petugas terlebih dahulu memberinya sedikit air. Setelah kesadarannya pulih, ia diberi air tajin untuk membantu memulihkan tenaganya. Dalam video, gadis tersebut tampak lemah dan ketakutan, tetapi sudah membuka mata dan memberikan respons.

Menurut laporan, pihak berwenang sempat berusaha mengatur penerbangan untuk membawanya ke Kathmandu pada Jumat. Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan karena hari sudah gelap dan kondisi cuaca buruk. Ia akhirnya diterbangkan ke ibu kota Nepal pada Sabtu sore. Kondisinya kini dilaporkan membaik dan ia telah bertemu kembali dengan kedua orang tuanya di rumah sakit.

Keselamatan bocah perempuan ini memberikan secercah harapan yang langka di tengah bencana yang masih membuat ribuan keluarga mencari anggota keluarga mereka yang hilang.

Dalam proses penyelamatan para korban yang terjebak, tim penyelamat Nepal juga menemukan banyak kisah yang mengharukan. Sebelumnya, beredar rekaman yang memperlihatkan dua tentara Angkatan Darat Nepal di Camp Trishuli menggendong sepasang bayi dan menenangkan mereka dengan lembut. Momen tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Namun, sejauh ini diketahui bahwa kedua bayi tersebut adalah anak kembar, sementara informasi lebih lanjut belum diketahui, termasuk proses dan lokasi penyelamatan serta apakah orang tua dan anggota keluarga lainnya juga berhasil selamat.

Sebelumnya, rekaman lain juga memperlihatkan petugas penyelamat mengeluarkan seorang anak laki-laki berusia 2 tahun dari bawah reruntuhan.

Dalam rekaman terbaru, seorang pria yang telah terjebak selama dua hari akhirnya berhasil ditarik keluar dari lumpur akibat longsor di Nepal. Seluruh tubuhnya tertimbun dan hanya bagian kepalanya yang terlihat. Ia tampak terus gemetar setelah berhasil diselamatkan.

Selain itu, seorang perempuan berusia 97 tahun juga berhasil diselamatkan dari tumpukan reruntuhan dan lumpur setelah tentara, polisi, serta warga setempat melakukan operasi penyelamatan selama empat jam. (***)

INSPIRASI ERABARU

Cara Mengenali Tanda-Tanda Peringatan Stroke dan Mencegah Kerusakan Otak dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Seorang dokter pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) yang berbasis di Taiwan memaparkan berbagai sinyal fisik yang dikirim tubuh sebelum stroke terjadi, menjelaskan patologi yang mendasarinya...

Jerat Algoritma dan Hilangnya Rasa Hormat: Refleksi Etika Digital dari Kematian Tragis Dua Konten Kreator

Kehidupan di era digital telah bergeser dari sekadar ruang berbagi informasi menjadi panggung perebutan perhatian tanpa batas. Di bawah kendali algoritma yang tak kasat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine