Latihan militer bersama “Super Garuda Shield 2026” yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Indonesia resmi dibuka Selasa, 1 September 2026 di Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Bandung, Jawa Barat. Sekitar 5.000 personel militer dari 21 negara akan berpartisipasi dalam latihan tahun ini. Melalui pelatihan gabungan di berbagai bidang, latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan sekaligus mencegah kemungkinan tindakan agresi di kawasan Asia-Pasifik.
EtIndonesia.com Latihan militer bersama “Super Garuda Shield”, yang diselenggarakan oleh Indonesia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara mitra, telah berlangsung selama hampir 20 tahun.
Tahun ini, selain Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Kanada yang mengirimkan pasukan untuk berpartisipasi, Timor-Leste, Italia, dan Thailand antara lain mengirimkan personel sebagai pengamat.
Lokasi latihan juga diperluas. Selain berlangsung di Pulau Jawa dan Sumatra, tahun ini untuk pertama kalinya latihan diperluas ke arah utara hingga Kalimantan, mendekati kawasan strategis Laut Tiongkok Selatan. Latihan akan berlangsung hingga 11 September.
Dalam rekaman terlihat pasukan peserta, termasuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang, melakukan berbagai latihan bersama. Materinya mencakup latihan menembak dengan peluru tajam, operasi di hutan, taktik unit kecil, serta dukungan teknik dan logistik.
Tahun ini, latihan juga semakin mengintegrasikan kemampuan “Pacific Multi-Domain Training and Experimentation Capability” milik militer AS, sehingga operasi gabungan diperluas ke berbagai ranah, termasuk luar angkasa, siber, dan spektrum elektromagnetik. Hal ini bertujuan memperkuat kemampuan koordinasi operasi dan komando antarnegara.
Selain itu, latihan juga mencakup bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, untuk meningkatkan kemampuan berbagai negara dalam melakukan koordinasi menghadapi bencana alam berskala besar.
Korps Marinir AS menyatakan bahwa latihan multinasional semacam ini membantu meningkatkan kesiapan tempur, memperkuat interoperabilitas antar angkatan bersenjata, serta menunjukkan kemampuan bersama dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Indonesia menegaskan bahwa penyelenggaraan latihan militer berskala besar bertujuan meningkatkan profesionalisme pertahanan, menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, sekaligus kembali menegaskan kebijakan luar negeri Indonesia untuk tetap “non blok dan tidak memihak”.
Laporan gabungan wartawan NTDTV, Xiao Chang.


