Di daratan Tiongkok, ada laporan mengenai sawi putih yang diberi larutan formaldehida dan disebut dapat menyebabkan kanker. Lantas, apakah makanan yang disimpan semalaman juga dapat menyebabkan kanker? Selama bertahun-tahun beredar rumor bahwa mengonsumsi makanan sisa yang disimpan semalaman dapat menyebabkan kanker. Namun, seorang dokter Taiwan mengatakan bahwa tidak ada bukti medis yang mendukung rumor tersebut. Yang terpenting adalah menyimpan makanan dengan benar. Ia juga mengungkapkan dua prinsip utama untuk menjaga keamanan makanan yang disimpan semalaman.
EtIndonesia.com Baru-baru ini, muncul laporan dari Hebei, Tiongkok, bahwa sawi putih dicelupkan atau diolesi larutan formaldehida. Dr. Yen Tsung-hai, Direktur Pusat Toksikologi Klinis Rumah Sakit Chang Gung Memorial di Linkou, Taiwan, sebelumnya mengatakan kepada program TVBS Health 2.0 bahwa paparan jangka panjang terhadap sawi putih semacam itu dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring dan kanker darah.
Kasus sawi putih yang mengandung formaldehida membuat semakin banyak orang khawatir mengenai keamanan makanan yang mereka konsumsi. Di tengah masyarakat juga telah lama beredar anggapan bahwa mengonsumsi makanan yang disimpan semalaman dapat menyebabkan kanker. Hal ini membuat banyak orang merasa cemas. Apalagi, demi kepraktisan, banyak keluarga terbiasa menyimpan makanan untuk dimakan sebagai sarapan keesokan harinya.
Lantas, apakah makanan yang disimpan semalaman benar-benar dapat menyebabkan kanker?
Dalam wawancara baru-baru ini, Dr. Yen Tsung-hai kembali menegaskan bahwa anggapan makanan semalaman menyebabkan kanker adalah tidak benar. Tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, itu merupakan rumor yang keliru.
Sayuran yang ditanam dengan penggunaan pupuk kimia dan pupuk nitrogen pada dasarnya memiliki kadar nitrat yang relatif tinggi. Jika sayuran tersebut tidak disimpan dengan baik hingga membusuk, mikroorganisme dapat mengubah nitrat menjadi nitrit. Dalam kondisi tersebut, nitrosamin, yaitu senyawa yang dapat bersifat karsinogenik, dapat terbentuk.
Ia mengatakan, daripada merasa khawatir atau panik secara berlebihan, lebih baik memusatkan perhatian pada cara menyimpan bahan makanan dengan benar. Risiko sebenarnya dari makanan yang disimpan semalaman adalah keracunan makanan, bukan kanker.
Selama sayuran tidak membusuk dan disimpan dengan benar, makanan yang disimpan semalaman tidak akan menghasilkan nitrosamin. Namun, jika makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan sehingga mikroorganisme berkembang biak dalam jumlah besar, hal tersebut dapat dengan mudah menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah dan diare.
Bagaimana cara menyimpan makanan dengan benar?
Dr. Yen Tsung-hai secara khusus mengingatkan bahwa makanan yang akan disimpan untuk keesokan hari harus segera dimasukkan ke dalam kulkas untuk didinginkan. Saat akan dimakan pada hari berikutnya, makanan tersebut juga harus dipanaskan secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
Hal ini karena pendinginan saja memang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi pemanasan secara menyeluruh diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit.
Dengan menerapkan dua prinsip utama, yaitu “segera simpan di lemari pendingin” dan “panaskan secara menyeluruh”, Dr. Yen Tsung-hai mengatakan masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang disimpan semalaman dengan lebih tenang.
Terakhir, Dr. Yen Tsung-hai juga menyarankan agar masyarakat memastikan makanan dan peralatan makan tetap bersih serta lingkungan terjaga kebersihannya, sebagai upaya mencegah penyakit yang berasal dari makanan. (***)


