Banjir di Perbatasan Tiongkok-Nepal: Dua Orang Berhasil Diselamatkan Secara Ajaib, Atasan Tiongkok Diduga Melarikan Diri Lebih Dulu 

Sembilan hari setelah banjir dahsyat melanda perbatasan Tiongkok-Nepal, dua pekerja Nepal pada 5 September berhasil diselamatkan secara ajaib dari dalam sebuah terowongan. Namun, bersamaan dengan kabar baik itu, seorang pekerja yang selamat mengungkapkan bahwa atasan mereka dari Tiongkok diduga tidak mengizinkan para pekerja mengungsi sebelum banjir datang, tetapi justru melarikan diri lebih dahulu.

EtIndonesia.com Pada 5 September 2026,  tim penyelamat berhasil mengevakuasi dua pekerja yang terjebak jauh di dalam terowongan di Pembangkit Listrik Tenaga Air Trishuli A Three di Nepal. 

Salah satu korban yang diselamatkan adalah seorang kepala teknisi mekanik yang, ketika banjir datang, menunda evakuasi demi memastikan keselamatan para pekerja. Ia kemudian tertimbun batu dan lumpur selama sembilan hari dan kini sedang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Setelah kecelakaan seperti ini terjadi, saya tidak bisa melarikan diri sendirian. Saya harus menyelamatkan semua orang. Sambil berusaha menyelamatkan semua orang, saya memberitahu mereka bahwa telah terjadi kecelakaan, bahwa bendungan mengalami bencana besar, dan meminta semua orang segera keluar,” ujar Kepala teknisi mekanik yang diselamatkan, Sanjay Sah. 

Keberhasilan kedua pekerja bertahan hidup secara ajaib meningkatkan kepercayaan diri tim penyelamat. Saat ini, lebih dari 40 pekerja masih dinyatakan hilang di dalam pembangkit listrik tersebut. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.

Namun, di balik kabar yang mengharukan tersebut, seorang pekerja lain yang selamat, Raj Chhetri, mengungkapkan bahwa sebelum banjir menenggelamkan terowongan, seorang mandor asal Tiongkok di lokasi justru melakukan hal yang sama sekali berbeda.

Saat kejadian berlangsung, mereka sedang bekerja di dalam terowongan dalam kondisi cuaca yang buruk. Para pekerja meminta mandor Tiongkok membawa mereka keluar untuk mengungsi, tetapi sang mandor meminta mereka tetap bekerja, sementara dirinya sendiri justru melarikan diri terlebih dahulu, meninggalkan lebih dari seratus pekerja di dalam terowongan. Tak lama kemudian, banjir besar menerjang dan sejumlah pekerja terseret arus.

Menurut laporan India Today, China Power Construction Corporation (PowerChina) bertanggung jawab atas pengawasan proyek pembangkit listrik tenaga air tersebut. Chhetri memperkirakan bahwa ketika banjir datang, terdapat sekitar 265 pekerja di dalam terowongan. Pada akhirnya, hanya empat orang yang berhasil melarikan diri.

Menurut statistik terbaru pemerintah Nepal, bencana banjir ini telah menyebabkan sedikitnya 1.259 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang hilang. Sementara itu, angka yang diumumkan oleh pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa di sisi Tibet hanya terdapat 21 orang tewas dan 541 orang hilang.

Perbedaan angka tersebut memicu pertanyaan dari luar mengenai apakah otoritas PKT menyembunyikan angka korban yang sebenarnya.

Laporan gabungan oleh Lin Xi, NTD Television.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine