EtIndonesia.com Wabah campak terparah di Bangladesh dalam beberapa dekade terakhir masih terus merebak. Hingga saat ini, hampir 1.000 anak di negara Asia Selatan tersebut telah meninggal akibat penyakit ini. Bangsal-bangsal rumah sakit setempat dipenuhi bayi dan anak-anak yang menderita akibat penyakit itu.
Menurut laporan AFP, data terbaru dari otoritas kesehatan Bangladesh menunjukkan bahwa sejak Maret tahun ini, sedikitnya 986 anak meninggal akibat campak, sementara jumlah kasus yang dicurigai maupun yang telah dikonfirmasi telah mencapai lebih dari 180.000 kasus.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Virusnya dapat menyebar melalui udara, percikan pernapasan, atau kontak dengan sekresi dari hidung dan tenggorokan penderita. Saat ini, tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan campak.
Gejala campak yang umum meliputi demam, ruam kulit, pilek atau radang hidung, konjungtivitis (mata merah), dan batuk. Dalam kasus yang lebih parah, campak dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga tengah, pneumonia, atau radang otak (ensefalitis).
Meskipun siapa pun dapat tertular campak, bayi dan anak-anak kecil sangat rentan terhadap penyakit ini.
Bangladesh, yang memiliki populasi sekitar 170 juta jiwa, telah meluncurkan program vaksinasi besar-besaran untuk menghentikan penyebaran wabah. Namun, jumlah kasus campak masih terus meningkat, dengan lebih dari 1.000 kasus suspek dilaporkan setiap hari.
Disadur dari Central News Agency/CNA


