EtIndonesia.com Otoritas setempat Bolivia pada Sabtu (5 September) mengatakan bahwa sebuah barak militer di kota Viacha, Bolivia bagian barat, mengalami ledakan yang menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 60 orang. Ledakan juga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah, terutama jendela-jendela yang pecah akibat getaran.
Viacha terletak sekitar 30 kilometer sebelah barat daya ibu kota La Paz, dengan jumlah penduduk sekitar 100.000 orang.
Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Kepala Dinas Kesehatan Viacha, Rita Nebraska, mengatakan kepada stasiun televisi setempat bahwa insiden tersebut diyakini menyebabkan 10 hingga 15 orang meninggal dunia dan 62 orang terluka. Sebanyak 14 korban luka telah dibawa ke rumah sakit di La Paz, termasuk seorang anak perempuan yang mengalami luka bakar tingkat tiga.
Nebraska mengatakan petugas pemadam kebakaran memperingatkan bahwa masih terdapat sumber panas di lokasi sehingga ada risiko terjadinya ledakan susulan. Karena itu, warga diimbau untuk menjaga jarak setidaknya 150 meter dari lokasi kejadian.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Bolivia Ernesto Justiniano dalam unggahan di Facebook mengatakan bahwa sedikitnya 58 orang terluka, terdiri dari 52 warga sipil dan sisanya merupakan personel militer.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung dari barak militer yang berada di pusat kota. Menurut laporan, pada awalnya tingkat keparahan tragedi tersebut sempat dikecilkan, sementara laporan resmi mengenai jumlah korban juga belum segera diumumkan. Namun, rekaman tersebut memperlihatkan kondisi yang sangat parah dan penuh keputusasaan di Cuartel Bolívar di Viacha saat kejadian berlangsung.
Ledakan berdampak pada infrastruktur pangkalan militer, gudang, serta rumah-rumah warga di sekitarnya.
Ambulans, tim medis, dan polisi telah bergegas ke lokasi untuk menilai situasi dan membawa para korban luka ke fasilitas kesehatan.
Hingga kini, penyebab ledakan belum dapat dipastikan. Namun, dugaan awal menunjukkan bahwa ledakan terjadi di area penyimpanan bahan kembang api milik Kementerian Pertahanan.
Sumber : NTDTV.com


