Banjir besar dan bencana tanah longsor terjadi di perbatasan Nepal–Tibet pada 26 Agustus. Pemerintah Nepal menyebut bencana tersebut sebagai “Tsunami Himalaya”. Desa-desa, jembatan, jalan, dan berbagai infrastruktur tersapu banjir, menyebabkan ratusan hingga ribuan orang tewas dan terluka, serta puluhan ribu orang terdampak secara langsung.
EtIndonesia.com Hingga pukul 11.00 pada 6 September, menurut data terbaru dari Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal (NDRRMA), jumlah korban tewas akibat bencana banjir telah meningkat menjadi 1.341 orang, sementara 4.996 orang masih hilang dan 13.104 orang telah berhasil diselamatkan.
Hingga pukul 18.00 pada 4 September, media pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa di wilayah Tibet tercatat 31 orang tewas dan 531 orang masih hilang.
Nepal: 1.341 Tewas, 6.075 Luka-Luka, 4.996 Hilang
Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal mengumumkan data terbaru. Hingga pukul 11.00 waktu setempat pada 6 September, jumlah korban tewas meningkat menjadi 1.341 orang, termasuk 98 jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga. Jumlah korban yang terluka dan mendapatkan perawatan medis mencapai 6.075 orang, sementara 13.104 orang telah diselamatkan.
Jumlah orang yang masih hilang mencapai 4.996 orang, termasuk 589 warga negara asing. Selain itu, 3.652 orang kini tinggal di pusat-pusat pengungsian sementara.
Badan tersebut juga mengkonfirmasi bahwa pada hari itu seorang warga negara Tiongkok berhasil diselamatkan dari terowongan audit Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1. Seorang perempuan berusia 64 tahun dari Betravati, Distrik Nomor 10, Kota Bidur, juga berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
Nepal: 1.331 Tewas, 5.929 Luka-Luka, Sekitar 5.000 Hilang
Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal mengumumkan bahwa hingga pukul 18.00 waktu setempat pada 5 September, jumlah korban tewas tercatat 1.331 orang, termasuk 98 jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga.
Jumlah korban yang terluka dan mendapatkan perawatan medis mencapai 5.929 orang, sementara 13.101 orang telah diselamatkan. Sekitar 5.000 orang masih hilang, termasuk 589 warga negara asing. Sebanyak 3.982 orang tinggal di pusat-pusat pengungsian sementara.
Badan tersebut juga mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Tiongkok berhasil diselamatkan dari terowongan audit Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1. Seorang perempuan berusia 64 tahun dari Betravati, Distrik Nomor 10, Kota Bidur, juga berhasil diselamatkan.
Warganet Peringatkan: Gletser Mencair, Pegunungan Sedang “Berteriak”
Sebelumnya, seorang warganet bernama Ananda Nepali membagikan sebuah video yang diberi keterangan “Gletser bagian atas di kawasan lubang tumbukan, pukul 08.30, 4 September 2026.”
Video tersebut memperlihatkan sebuah gletser yang sedang mencair. Air lelehan es mengalir perlahan dari tempat yang tinggi, sementara gletser di bagian atas tampak mengalami retakan.
Warganet tersebut menyerukan kepada orang-orang yang memiliki pengaruh di dunia agar bersama-sama memperhatikan kondisi tersebut.
“Ini sangat menakutkan. Pegunungan Nepal sedang mengirimkan suara peringatan kepada dunia.”
Ia juga menulis:“Jika dunia terus mengabaikan Pegunungan Himalaya, suatu hari nanti semuanya akan terlambat.”
Nepal Kembali Menyelamatkan Satu Orang: Perempuan 60 Tahun Ditemukan di Rumah yang Tertimbun Longsor
Menurut laporan Associated Press (AP), juru bicara militer Nepal pada 5 September mengatakan bahwa seorang perempuan berhasil diselamatkan dari sebuah rumah di Nuwakot yang terdampak banjir. Pejabat mengatakan perempuan tersebut telah dibawa ke Kathmandu.
Sebuah video yang dibagikan akun X Ananda Nepali memperlihatkan seorang ibu berusia 60 tahun yang terjebak di dalam rumahnya di Betravati setelah tertimbun material bencana. Ia akhirnya berhasil diselamatkan oleh Pasukan Polisi Bersenjata Nepal (APF).
Hari ke-11 Operasi Penyelamatan: Militer Nepal Selamatkan Seorang Warga Tiongkok
Militer Nepal mengunggah sebuah video melalui akun resmi mereka di X dan mengatakan bahwa mereka telah menyelamatkan seorang warga negara asing. Pria tersebut mengatakan bahwa dirinya adalah warga negara Tiongkok.
Menurut laporan AP, militer Nepal mengatakan tim penyelamat gabungan yang terdiri dari personel militer Nepal dan para ahli penanggulangan bencana dari Korea Selatan berhasil mengeluarkan pria tersebut dari sebuah terowongan sepanjang 225 meter (sekitar 738 kaki).
Saat ini pria tersebut sedang menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan. Foto-foto menunjukkan bahwa ia dibawa menggunakan helikopter ke rumah sakit, sementara seorang dokter militer memeriksa kondisinya selama penerbangan.
Nepal: 1.344 Tewas, 5.663 Luka-Luka, Sekitar 5.000 Hilang
Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal mengumumkan data terbaru. Hingga pukul 12.00 waktu setempat pada 5 September, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 1.344 orang, termasuk 96 jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga.
Jumlah korban yang terluka dan mendapatkan perawatan medis mencapai 5.663 orang, sementara 13.098 orang telah diselamatkan.
Jumlah orang yang masih hilang diperkirakan sekitar 5.000 orang, termasuk 589 warga negara asing. Sebanyak 4.627 orang tinggal di pusat-pusat pengungsian sementara.
Data juga menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian awal, kerugian material akibat bencana meliputi:
- 7.570 rumah pribadi terdampak;
- 48 bangunan pemerintah terdampak;
- 18 sekolah terdampak, terdiri dari 11 sekolah yang hancur total dan 7 sekolah yang rusak sebagian;
- 13 proyek pembangkit listrik tenaga air terdampak.
Jumlah penduduk yang terdampak secara langsung mencapai 32.963 orang.
(Laporan diterjemahkan oleh Jin Hong / Editor: Lin Qing)


