Rekaman Terungkap: Menjelang Kunjungan Xi ke AS, Konsulat dan Kamar Dagang Diduga Membayar Warga Tionghoa untuk “Meramaikan Penyambutan”

EtIndonesia.com Menjelang kunjungan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping, seorang warga keturunan Tionghoa mengungkapkan di platform X bahwa Konsulat PKT di Amerika Serikat kembali mulai mengeluarkan uang untuk “menyewa pemeran”, yang akan pergi ke Washington, DC, guna menciptakan apa yang disebut sebagai acara “penyambutan”. 

Pihak luar menilai bahwa seorang pemimpin yang benar-benar populer tidak perlu mengeluarkan uang untuk menciptakan suasana semu seperti itu. Pada saat yang sama, kelompok-kelompok yang menentang PKT di luar negeri juga telah bersiap untuk melakukan aksi protes dan mengecam PKT.

Menurut informasi yang diperoleh, seorang koordinator yang dikenal dengan nama “Kak Xia” baru-baru ini merekrut peserta melalui grup WeChat.

Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut “didanai oleh Kedutaan Besar PKT dan kamar dagang”, dengan perjalanan yang dijadwalkan pada 22 hingga 26 September. Peserta akan mendapatkan akomodasi, makanan, dan tiket pesawat secara gratis. Tujuan utamanya adalah “pergi untuk melihat Xi Jinping bertemu dengan Trump”.

Dalam sebuah percakapan telepon, “Kak Xia” membenarkan bahwa dirinya sedang merekrut peserta dan mengatakan bahwa ia sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 40 orang. Kamar-kamar dagang lainnya juga secara bersamaan melakukan perekrutan.

Kak Xia: “Sudah penuh, sepertinya sudah penuh. Saya sedang menunggu untuk menanyakannya.”

Kak Xia: “Mereka bukan semuanya dari saya. Ada banyak orang lain yang katanya juga sudah mendaftar.”

Warga Tionghoa di AS (suaranya diubah): “Jadi, bukan hanya melalui kamu yang bisa ikut? Ada beberapa kelompok lain juga?”

Kak Xia: “Kami dari Kamar Dagang Los Angeles. Bukan hanya saya.”

Warga Tionghoa di AS (suaranya diubah): “Itu membutuhkan waktu beberapa hari, ya? Bagaimana kualitas makanannya? Bagaimana kondisi tempat menginapnya?”

Kak Xia: “Saya juga tidak tahu, sayang. Saya hanya tahu mereka meminta saya mencarikan beberapa orang, jadi saya mencarikan beberapa orang.”

Warga Tionghoa di AS (suaranya diubah): “Siapa yang meminta kamu mencarinya?”

Kak Xia: “Kamar dagang mereka.”

Seseorang lainnya dengan nama WeChat “A-Jiaji Eva” juga membenarkan bahwa peserta akan mendapatkan tiket pesawat, makanan, dan akomodasi gratis. Ia mengatakan nilai fasilitas tersebut mencapai lebih dari US$2.000 per orang, serta menegaskan bahwa kegiatan itu “untuk menyambut Xi Jinping”.

Warga Tionghoa di AS (suaranya diubah): “Saya melihat di internet katanya ada uang yang diberikan, seperti angpao atau semacamnya?”

“A-Jiaji Eva”: “Ya ampun, kamu pergi sejauh itu ke Washington. Mereka membelikan tiket pesawat pulang-pergi, menyediakan makan dan tempat tinggal. Untuk satu orang saja nilainya sudah lebih dari US$2.000.”

Warga Tionghoa di AS: “Menginap di hotel bintang berapa? Satu kamar berapa orang?”

“A-Jiaji Eva”: “Dua orang satu kamar. Xi Jinping datang, jadi ini untuk menyambut Xi Jinping.”

Namun, menurut sumber lain yang mengetahui situasi tersebut, dalam proses perekrutan sebenarnya uang tunai juga akan diberikan, bahkan dalam jumlah yang cukup besar, tetapi hal tersebut tidak diumumkan secara terbuka.

Jie Lijian, Ketua Aliansi Internasional Partai Demokrasi Tiongkok:  “Dia punya pihak di atasnya yang mengatakan bahwa semuanya akan tersedia. Jadi, nanti bukan sekadar memberi kalian makan, minum, dan tempat tinggal secara gratis. Semua itu tidak akan menjadi satu-satunya yang kalian dapatkan. Angpao seperti ini jumlahnya sangat besar. Namun, kali ini dia sangat licik dan tidak mengatakan di dalam grup berapa jumlah uang yang akan diberikan.”

Jia Huigang, anggota Partai Demokrasi Tiongkok: “Seorang pemimpin yang benar-benar populer tidak perlu menggunakan uang untuk menciptakan suasana seperti ini.”

Jie Lijian mengatakan bahwa merekrut warga Tionghoa dengan uang untuk menyambut pemimpin PKT merupakan tindakan yang memiliki tujuan politik yang jelas dan, menurutnya, melanggar Foreign Agents Registration Act (FARA) di Amerika Serikat.

“Saat ini, dia mengorganisasi dan mengumpulkan orang untuk kegiatan politik semacam ini, tetapi juga tidak melaporkannya kepada Departemen Kehakiman AS. Artinya, dia telah melanggar Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing (FARA), serta melanggar ketentuan mengenai bertindak sebagai agen asing tanpa pemberitahuan. Jika Departemen Kehakiman melakukan penyelidikan dan menemukan bukti yang kuat, aturan Departemen Kehakiman menetapkan bahwa pelanggar dapat dikenai hukuman hingga 10 tahun penjara,” katanya. 

Selain itu, Jie Lijian mengatakan bahwa para pembangkang di seluruh Amerika Serikat telah bersiap untuk melakukan aksi protes pada hari kunjungan Xi Jinping. Mereka berencana memprotes dan mengecam PKT terkait masalah hak asasi manusia. Namun, kegiatan mereka kini telah mengalami gangguan dan mereka telah melaporkannya kepada polisi.

Jia Huigang: “Belakangan ini, Aliansi Internasional kami menerima sejumlah email berisi ancaman dan intimidasi. Kami sudah memberitahukannya kepada FBI. Email yang diterima aliansi kami bersifat anonim dan berisi ancaman serta pesan-pesan yang menakutkan terhadap pemerintah Jepang dan Amerika Serikat.”

Ada pula informasi yang menyebutkan bahwa pada saat kegiatan berlangsung, petugas penegak hukum dari FBI, CIA, dan Immigration and Customs Enforcement (ICE) akan hadir di lokasi aksi untuk melakukan perekaman.

Laporan oleh Chen Yue dan Chang Chun, New Tang Dynasty Television.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari.Emma SuttieSerumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila BonczekIla meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine