ITS Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing 2026: Bukti Nyata Dukung Ekosistem Wirausaha Kampus

Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kampus yang akrab disapa Pahlawan ini berhasil meraih penghargaan sebagai Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dalam ajang Surabaya Marketing Week (SMW) 2026, yang berlangsung di Ballroom The Sheraton Hotel Surabaya, Kamis (3/9) sore.

Penghargaan ini bukan sekadar piala semata. Bagi ITS, ini adalah pengakuan atas komitmennya dalam mencetak lulusan yang tak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang tangguh.

Semangat Kewirausahaan di Era Kecerdasan Buatan

SMW 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Markplus Corporation (MCorp) di tujuh kota besar Indonesia. Dengan tema “Winning the Competition in the Age of AI” atau “Memenangi Persaingan di Era AI”, ajang tahunan ini menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas, inovasi, hingga kepemimpinan dari berbagai perguruan tinggi dan industri.

Dalam sambutannya, Founder sekaligus Chair MCorp, Dr. (HC) Hermawan Kartajaya, M.Sc., mengingatkan pentingnya jiwa wirausaha yang tak pernah berhenti berinovasi. Menurutnya, seorang pengusaha sukses adalah mereka yang berani mengambil peluang dan risiko, serta selalu terbuka bekerja sama dengan siapa pun.

“Pengusaha itu harus punya nyali, tapi juga hati. Berani mencoba, berani gagal, dan bangkit lagi,” ujarnya dalam paparan yang menginspirasi para peserta.

Riset dan Inovasi Kampus Pahlawan yang Tak Pernah Padam

Menyambut penghargaan ini, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof. Ir. Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. Ia menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari riset dan inovasi yang terus dikembangkan oleh ITS untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami tidak berhenti menciptakan hal-hal baru. Setiap riset yang lahir di ITS harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Guru Besar Teknik Fisika ini dengan penuh semangat.

Prof. Hatta juga menekankan bahwa kewirausahaan bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan budaya yang dapat mempercepat kesuksesan. ITS pun terus mendorong para lulusannya untuk berani terjun ke dunia ekonomi dan kewirausahaan.

“Entrepreneur itu adalah semangat, budaya, sekaligus aksi nyata yang berdampak. Itu yang kami tanamkan di ITS,” tegasnya.

Kolaborasi Strategis untuk Ekosistem yang Lebih Kuat

Tak hanya menerima penghargaan, ITS juga memperkuat kerja sama strategis dengan unit bisnis MCorp, yaitu MarkPlus Institute. Kolaborasi yang sudah berjalan dengan Program Studi Magister Technomarketing di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS kini resmi berganti nama menjadi Techno Entrepreneurial Marketing.

Perubahan nama ini bukan sekadar ganti label. Ini adalah komitmen bersama untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Dengan nama baru ini, diharapkan lahir lebih banyak wirausahawan muda yang mampu menggabungkan kemampuan teknologi dan pemasaran secara kreatif.

Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Penghargaan dan kolaborasi ini juga menjadi salah satu bukti nyata ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Ada dua poin utama yang terdorong, yaitu poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Dengan berbagai riset dan inovasi yang ada, kami berharap ITS ke depan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan yang siap bersaing di kancah global,” tutup Prof. Hatta optimistis.

ITS membuktikan bahwa kampus tak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ladang subur bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda kreatif yang siap membangun negeri.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine