Mobil listrik di Tiongkok disebut mudah dibeli tetapi sulit diperbaiki. Baru-baru ini, seorang pemilik mobil listrik seharga lebih dari 200.000 yuan mengalami kerusakan kecil pada mobilnya setelah bagian bawah kendaraan terbentur. Sebuah pengait kecil pada casing baterai patah, tetapi produsen meminta penggantian seluruh paket baterai dengan biaya 130.000 yuan (sekitar Rp346 juta). Pada akhirnya, kendaraan tersebut terpaksa dikategorikan sebagai kerugian total (total loss), sehingga memicu perbincangan luas.
EtIndonesia.com Menurut laporan media daratan Tiongkok, seorang pemilik mobil di Hangzhou baru menggunakan mobil barunya selama sekitar sebulan. Saat berada di tempat parkir, mobilnya melindas ubin lantai yang terangkat sehingga bagian bawah kendaraan mengalami benturan ringan. Akibatnya, hanya sebuah pengait plastik di titik sambungan antara casing baterai dan lengkungan roda yang patah.
Produsen memastikan bahwa sel baterai tidak mengalami kerusakan. Namun, produsen mengatakan bahwa pengait tersebut merupakan bagian dari struktur penyegelan IP68 yang menyatu dengan kotak baterai, sehingga tidak dapat diperbaiki secara terpisah. Pemilik mobil kemudian diwajibkan mengganti seluruh paket baterai dengan biaya mencapai 130.000 yuan, hampir setengah dari harga mobil.
Pemilik kendaraan berharap produsen bersedia menanggung biaya tersebut, tetapi permintaannya ditolak. Perusahaan asuransi juga tidak bersedia mengganti biaya paket baterai secara terpisah. Pada akhirnya, mobil tersebut hanya dapat diproses sebagai kerugian total.
Hanya karena sebuah pengait kecil, perusahaan asuransi akhirnya harus membayar ganti rugi untuk seluruh kendaraan. Pemilik mobil juga kehilangan biaya hampir 10.000 yuan untuk pemasangan film pelindung kendaraan dan pengeluaran lainnya.
Sementara itu, di platform e-commerce, harga pengait dengan model yang sama hanya sekitar 89 yuan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kasus seperti ini, ketika kerusakan sebuah komponen kecil pada mobil listrik justru menimbulkan biaya perbaikan yang sangat tinggi, telah berulang kali menarik perhatian.
Sejumlah pemilik mobil pernah mengeluhkan bahwa meskipun mobil listrik tampak lebih hemat dalam biaya penggunaan sehari-hari, biaya perbaikan akibat benturan ringan dapat dengan mudah mencapai ribuan yuan. Sebagian besar bengkel mobil biasa di pinggir jalan juga tidak dapat menangani kerusakan pada komponen inti, sehingga pemilik kendaraan pada akhirnya harus bergantung pada layanan perawatan dan perbaikan berbiaya tinggi di bengkel resmi 4S.
Menurut laporan, seorang pemilik mobil listrik pernah secara tidak sengaja menabrakkan kaca spion ketika mundur. Ia membawa mobilnya ke bengkel 4S dan awalnya mengira hanya perlu mengganti casing serta kaca spion dengan biaya paling banyak beberapa ratus yuan.
Namun, staf bengkel mengatakan bahwa kaca spion mobil tersebut terintegrasi dengan berbagai fungsi seperti pengaturan elektrik, pelipatan otomatis, pemanas, dan pemantauan titik buta. Karena komponen internal mengalami kerusakan, seluruh unit harus diganti. Ditambah suku cadang yang harus didatangkan dari daerah lain, total biaya mencapai lebih dari 5.700 yuan, dan proses perbaikannya memakan waktu hampir seminggu.
Sejumlah analis mengatakan bahwa persaingan yang sangat ketat di industri mobil listrik Tiongkok membuat banyak produsen menekan harga kendaraan demi merebut pangsa pasar. Namun, langkah tersebut juga menyebabkan penurunan keuntungan perusahaan.
Akibatnya, banyak produsen disebut membatasi akses terhadap data teknis dan tidak membukanya kepada pihak luar. Ketika kendaraan mengalami kerusakan, pemilik akhirnya hanya dapat bergantung pada bengkel resmi 4S milik merek tersebut dan tidak memiliki banyak pilihan untuk menggunakan layanan perbaikan pihak ketiga.
Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa untuk mobil listrik Tiongkok, “sekarang bukan lagi disebut memperbaiki mobil, tetapi mengganti komponen, karena adanya monopoli dalam perbaikan. Bengkel 4S mengganti apa pun yang bermasalah demi mendapatkan keuntungan. Cara ini lebih sederhana dan lebih menguntungkan. Siapa yang masih mau memperbaiki mobil sekarang?”
Laporan gabungan reporter Li Li / Editor: Lin Qing


