Pada 18 Oktober, Penjaga Pantai Taiwan menyatakan bahwa dalam sehari, sebanyak 16 kapal Partai Komunis Tiongkok (PKT) memasuki perairan Taiwan dan melakukan gangguan secara serentak di beberapa lokasi. Kapal-kapal tersebut kemudian diusir oleh kapal patroli Taiwan atau ditempatkan di bawah pengawasan ketat.
EtIndonesia.com Penjaga Pantai Taiwan menyebutkan bahwa 12 kapal penjaga pantai dan kapal penelitian ilmiah Tiongkok, serta empat kapal penangkap ikan, melakukan aksi gangguan secara bersamaan pada 18 Oktober di perairan sebelah timur Hualien, sebelah selatan Pingtung, sebelah barat daya Kaohsiung, serta di sekitar Kepulauan Dongsha.
Penjaga Pantai Taiwan segera mengerahkan kapal-kapal patroli untuk melakukan penempatan dan mengambil langkah-langkah penanggulangan yang efektif.
Penjaga Pantai Taiwan menunjukkan bahwa di perairan sekitar Dongsha, dua kapal Penjaga Pantai PKT, yaitu kapal bernomor 3301 dan 3303, berlayar mengelilingi pulau dan melakukan manuver di perairan lepas pantai. Tindakan tersebut dinilai sangat provokatif.
Kapal patroli Taiwan Qijin dan Taichung mendekati kedua kapal tersebut dan berlayar berdampingan untuk mengawasinya. Melalui pengeras suara, petugas juga memerintahkan kapal-kapal PKT untuk meninggalkan wilayah tersebut. Operasi itu berhasil memaksa kapal penjaga pantai Tiongkok keluar dari perairan terbatas Dongsha.
Di perairan sebelah timur Hualien, kapal penelitian ilmiah Tiongkok Tansuo-3 memasuki perairan terbatas. Kapal patroli dari unit Penjaga Pantai Taitung segera dikerahkan untuk memberikan peringatan melalui pengeras suara dan mengusirnya.
台灣區域安全通報 18日上午11點多,一艘中國科研船「探索3號」(TAN SUO SAN HAO)科研船出現在宜蘭外海向南航行,台灣海巡署出動PP-3521百噸級巡邏艇廣播驅離外,並監控該船動向該船是中國遠海探測及南北極區冰區載人深潛支援能力的綜合科學考察船感謝網友提供 https://t.co/afzIdcdkA0
— 新‧二七部隊 軍事雜談 (New 27 Brigade)🇹🇼🇺🇦🇮🇱 (@new27brigade) October 18, 2026
Di perairan barat daya Tanjung Eluanbi, Pingtung, kapal penelitian ilmiah Tiongkok Beidiao 996 memasuki perairan terbatas. Kapal patroli dari unit Penjaga Pantai Hengchun memberikan peringatan melalui pengeras suara sebanyak 12 kali berturut-turut, hingga kapal tersebut berbalik arah dan keluar dari wilayah terbatas.
Di perairan sebelah barat daya Pelabuhan Kaohsiung, kapal nelayan Taiwan Wanfacheng 11 mengalami gangguan saat beroperasi akibat tindakan kapal penelitian ilmiah Tiongkok Haiyang Dizhi 8 dan sebuah kapal penangkap ikan Tiongkok berbadan besi.
Kapal Penjaga Pantai Taiwan Pingtung segera tiba di lokasi untuk melindungi keselamatan para nelayan.
Penjaga Pantai Taiwan menegaskan bahwa jumlah kapal Tiongkok kali ini meningkat secara tidak biasa. PKT aksi gangguan maritim secara serentak di beberapa lokasi dengan mengkombinasikan berbagai jenis kapal dan taktik.
Penjaga Pantai Taiwan mengecam upaya Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menggunakan metode “berkedok penegakan hukum, tetapi sebenarnya memperluas kekuasaan” guna mengubah status quo Selat Taiwan secara sepihak dan menciptakan kesan seolah-olah PKT memiliki yurisdiksi atas wilayah tersebut.
Insiden pada 18 Oktober merupakan kejadian terbaru dalam serangkaian konflik maritim yang terjadi sepanjang bulan ini.
Penjaga Pantai Taiwan menyatakan bahwa sejak awal Oktober, pihaknya telah mengusir 29 kapal dari Tiongkok daratan, termasuk kapal penjaga pantai, kapal penelitian ilmiah, kapal survei, dan kapal penangkap ikan. Sebanyak 16 kapal di antaranya terdeteksi pada 18 Oktober.
Sumber : NTDTV.com


