Topan Champi menerjang Taiwan, menyebabkan setidaknya 1 orang meninggal dunia dan 171 orang terluka. Hampir 1.000 penerbangan dibatalkan. Di Jepang, tiga bandara juga ditutup dan lebih dari 160 penerbangan dihentikan. Di wilayah utara Filipina, hampir 200 orang dievakuasi, sementara peringatan angin kencang dan hujan lebat juga dikeluarkan untuk wilayah pesisir timur Tiongkok.
EtIndonesia.com Topan Champi datang dengan kekuatan besar dan memicu gelombang tinggi di pesisir timur Taiwan. Meskipun pusat topan diperkirakan hanya akan melintas di perairan lepas pantai timur laut Taiwan, area badai yang luas telah membawa angin kencang dan hujan deras ke wilayah tersebut.
Di sektor penerbangan, hampir 1.000 penerbangan dibatalkan. Hingga 23 Oktober, topan tersebut telah menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 94 orang terluka.
Warga Taiwan: “Kami khawatir akan terjadi banjir. Lihat saja, bukankah Keelung sering dilanda banjir tahun ini? Kami takut rumah akan kebanjiran. Itu akan sangat merepotkan.”
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengatakan bahwa topan yang terjadi pada Oktober sering kali sulit diprediksi. Di kalangan masyarakat Taiwan, terdapat ungkapan, “Topan Oktober, tak seorang pun bisa menebaknya,” yang menggambarkan sifatnya yang sulit diperkirakan. Ada pula ungkapan, “Topan Oktober sangat dahsyat,” karena sering menimbulkan bencana. Menurutnya, Topan Champi merupakan salah satu topan Oktober tersebut.
Untuk menghadapi topan Oktober yang sulit diprediksi, Presiden Taiwan Lai Ching-te mengunjungi Pusat Respons Bencana Pusat pada 23 Oktober pagi. Ia meminta seluruh instansi meningkatkan kesiagaan dan memastikan persiapan evakuasi, logistik kebutuhan pokok, serta komunikasi darurat dilakukan dengan baik.
“Untuk permukiman yang rawan terisolasi akibat terputusnya jalan, terutama daerah yang tidak memiliki lokasi yang memadai untuk pendaratan helikopter, evakuasi harus direncanakan lebih awal,” kata Lai Ching-te, Presiden Taiwan.
“Pastikan persediaan kebutuhan pokok dan sarana komunikasi cadangan telah siap. Danau penghalang alami di Sungai Wanli, Hualien, kawasan yang berpotensi mengalami longsor dan aliran lumpur, serta daerah rawan banjir harus terus dipantau. Jika jalan harus ditutup, tutuplah. Jika warga harus dievakuasi, lakukanlah. Kita sama sekali tidak boleh lengah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepulauan Sakishima di Prefektur Okinawa, Jepang, juga dilanda angin kencang. Berdasarkan informasi yang diumumkan Japan Airlines, Bandara Miyako, Tarama, dan Ishigaki ditutup sepanjang hari pada 23 Oktober. Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah, dan transportasi udara menuju serta dari pulau-pulau terpencil turut terganggu.
Menurut perkiraan terbaru Badan Meteorologi Taiwan, dampak Topan Champi akan berlangsung hingga 24 Oktober. Wilayah utara, timur laut, dan daerah pegunungan Taiwan masih perlu mewaspadai hujan lebat.
Topan Champi diperkirakan terus bergerak ke arah utara dan mendekati Kyushu, Jepang, pada akhir pekan. Perkembangan pergerakan topan selanjutnya akan terus dipantau.
Laporan gabungan Huang Liang-jian dan Huang Yu-kai, NTD Asia Pasifik.


