Mobil listrik Aito besutan Huawei terus mengalami insiden kebakaran. Setelah seorang pengemudi tewas terbakar dalam kecelakaan di Shenmu, Provinsi Shaanxi, pada 17 Oktober, disusul kebakaran mobil Aito di Sichuan pada 22 Oktober, sebuah mobil Aito kembali terbakar di pinggir jalan di Shiyan, Provinsi Hubei, pada 24 Oktober hingga hanya menyisakan kerangka. Warganet pun menyindir mobil Aito sebagai “krematorium berjalan”.
EtIndonesia.com Pada 24 Oktober, sejumlah warganet di Hubei mengunggah video yang memperlihatkan sebuah mobil listrik Aito terbakar di pinggir jalan raya di Shiyan. Api berkobar hebat disertai kepulan asap hitam pekat. Dalam waktu singkat, mobil tersebut dilalap api hingga hanya menyisakan kerangka.
Video tersebut memperlihatkan pagar pembatas jalan yang rusak dan terbelah menjadi beberapa bagian. Diduga, kendaraan itu mengalami tabrakan sebelum terbakar. Kendaraan-kendaraan di belakangnya terlihat berhenti.
Hingga kini, belum ditemukan pengumuman resmi mengenai insiden tersebut. Nasib pengemudi juga belum diketahui.
Video insiden ini menyebar luas di berbagai platform media sosial di dalam maupun luar Tiongkok. Warganet membandingkan bentuk mobil yang terbakar dengan Aito M7 dan menilai keduanya sangat mirip.

Ini merupakan insiden kebakaran mobil listrik seri Aito ketiga yang terungkap dalam kurun waktu satu pekan, sehingga memicu kecaman publik.
10月24日,又一辆问界汽车起火爆燃。这辆车和其他车辆发生轻微事故,车身完好,显然没有139公里的时速。视频上看,车头完好,车尾也完好,甚至双闪还在一直闪烁,起火点显然在车身下部。视频作者为了能把视频发出来,不被下架,打上大大的“国外”二字,视频才得以幸存,而其他视频都已下架。有问界车主在评论区留言称,他的问界发生事故后,问界汽车第一时间就打电话让他签授权书,所有车祸视频不许发。从神木事故的问界官方通告看,厂商特别敏感被批评电池爆燃,把车速硬说成139,不知这次车身完整事故轻微会怎么说,难道是司机在车内放了一桶汽油?
— 作家崔成浩 (@cuichenghao) October 24, 2026
Sejumlah warganet berkomentar:
“Sudah tiga mobil terbakar dalam satu minggu.”
“Apakah kali ini juga melaju dengan kecepatan 139 km/jam?”
“Mobil merek Jie ini mengerikan.”
“Kenapa mobil Jie terbakar setiap hari? Siapa yang berani membelinya?”
“Huawei, sungguh keterlaluan!”
华为问界又烧了!10月24日湖北十堰,一辆标注为问界的车辆起火燃烧。视频从车内拍摄,前方道路拥堵,浓烟冲天,远处一辆车被烈火吞噬,火势猛烈,几乎烧成空壳,旁边护栏被撞倒变形。车上乘客连声惊呼“车烧着了”“撞车了”“烧成空壳儿了”,并指着受损护栏称车辆撞过栏杆后起火,现场可见油液痕迹,有人靠近围观,过往车辆缓行避让。目前事件主要在社交平台传播,有说法称涉事车为问界M7,因避让对向车辆撞倒护栏、碾压后漏液起火,暂无人员伤亡通报。此前10月17日陕西神木也发生问界车辆高速撞击后起火,官方回应为超速撞击导致线路短路与油液泄漏,并否认电池爆燃与智驾失控,这次又怎么说呢?敬请关注:@ChinaTruth
— 悉尼閑人 (@ChinaTruth) October 25, 2026
Banyak warganet juga melontarkan sindiran dalam komentar video, menyebut mobil Huawei sebagai “krematorium berjalan”, “kremasi Jie”, “mobil kremasi”, dan “pembunuh Jie”. Ada pula yang menyindir, “Beli mobil hasil perkawinan silang, dapat layanan kremasi gratis.”
Sebelumnya, pada 17 Oktober, sebuah mobil Aito M9 mengalami kecelakaan dan terbakar di Shenmu, Provinsi Shaanxi, yang mengakibatkan pengemudinya tewas terbakar.
Setelah kejadian tersebut, perusahaan otomotif terkait mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa mobil melaju terlalu cepat, mencapai 139 km/jam, sehingga menyebabkan korsleting pada kabel dan kebocoran cairan yang memicu kebakaran.
Namun, penjelasan tersebut memicu keraguan dan kritik keras. Berdasarkan rekaman video di lokasi kejadian, sejumlah warganet memperkirakan bahwa kecepatan mobil saat itu jauh di bawah 139 km/jam.
Hanya beberapa hari kemudian, pada 22 Oktober, seorang kreator konten Douyin dengan alamat IP yang menunjukkan wilayah Sichuan mengunggah video yang memperlihatkan sebuah mobil listrik Aito berwarna hitam terbakar di pinggir jalan pedesaan.
Meskipun petugas pemadam kebakaran datang untuk melakukan penanganan, mobil tersebut tetap hangus hingga hanya menyisakan rangka.
Pada saat yang sama, warganet kembali menemukan sebuah video lama yang dibuat dua tahun sebelumnya.
Pada 30 April 2024, platform ulasan otomotif Dongchedi menerbitkan video analisis kecelakaan Aito M7. Dalam video tersebut, pembawa acara Dongmen Jian’nan membongkar sebuah mobil dan menunjukkan bahwa posisi pemasangan pipa bahan bakar di kompartemen depan berada cukup dekat dengan bagian luar.
Menurut analisisnya, ketika mobil mengalami benturan atau tertusuk benda dari luar, pipa bahan bakar tersebut berpotensi terjepit hingga pecah. Bensin yang menyembur keluar kemudian dapat bertemu dengan percikan akibat korsleting listrik, sehingga memperbesar risiko kebakaran dan mempersulit proses penyelamatan.
Empat hari sebelumnya, pada 26 April 2024, sebuah Aito M7 Plus mengalami kecelakaan tabrak belakang dengan kendaraan pemeliharaan jalan yang sedang bekerja di Jalan Tol Hou-Ping, Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi. Kecelakaan tersebut memicu kebakaran dan menewaskan tiga orang di dalam mobil, termasuk seorang anak yang baru berusia dua tahun.
Sebelumnya, Dongchedi juga melakukan pengujian pengereman darurat terhadap tiga unit mobil Zunjie V800 dari tiga kelompok produksi berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penyangga pedal rem pada ketiga mobil tersebut patah di area poros putar yang sama ketika gaya pada pedal mencapai sekitar 1.600 newton (N).
Perdebatan publik mengenai hasil pengujian tersebut masih terus berlangsung hingga kini.
Sumber : NTDTV.com


