Pameran Poster Internasional Dibuka di Sakai, Osaka, Jepang, Kembali Menyoroti Praktik Pengambilan Organ Paksa oleh Partai Komunis Tiongkok

Mengungkap kekejaman melalui seni dan menyuarakan penderitaan para korban yang tidak dapat berbicara. Pada 23 Oktober, pameran karya pemenang kompetisi poster internasional Jeritan Bisu (Silent Scream) resmi dibuka di Kota Sakai, Prefektur Osaka, Jepang. Para desainer dari berbagai negara menggunakan bahasa visual yang menggugah untuk menyerukan kepada masyarakat agar memberikan perhatian terhadap praktik pengambilan organ secara paksa oleh Partai Komunis Tiongkok(PKT).

EtIndonesia.com Sebuah timbangan memperlihatkan uang di satu sisi dan organ tubuh manusia yang berlumuran darah di sisi lainnya. Di negeri yang dikuasai PKT, keserakahan telah merampas martabat yang seharusnya dimiliki setiap kehidupan.

Pada 23 Oktober, pameran karya pemenang kompetisi poster internasional Jeritan Bisu (Silent Scream) resmi dibuka di Kota Sakai, Prefektur Osaka, Jepang.

Sebuah tangan besar berwarna merah darah membekap mulut korban dengan kuat, sementara tangan lainnya menjulur ke arah dada korban. Keputusasaan korban seolah meluap hingga melampaui batas gambar.

Di depan meja operasi, sosok dokter justru berubah menjadi algojo. Di balik tugas mulia menyelamatkan nyawa, tersembunyi kekejaman yang mengerikan dan membuat bulu kuduk berdiri.

Pada 23 Oktober, pameran karya pemenang kompetisi poster internasional Jeritan Bisu (Silent Scream) resmi dibuka di Kota Sakai, Prefektur Osaka, Jepang.

Karya-karya dengan gagasan unik dan makna mendalam tersebut berasal dari kompetisi poster internasional Jeritan Bisu. 

Pada 23 Oktober, pameran poster pemenang yang mengangkat tema penghentian pengambilan organ dari orang yang masih hidup dibuka di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sakai, Prefektur Osaka. Acara ini diselenggarakan bersama oleh SMG Network serta sejumlah kelompok terkait dari Korea Selatan dan Taiwan.

Selain poster, acara tersebut juga menayangkan film dokumenter Human Harvest (Pengambilan Organ Manusia), yang pernah meraih Penghargaan Peabody. Film dan poster itu kembali mengarahkan perhatian masyarakat Jepang pada persoalan pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup oleh PKT, yang menurut laporan tersebut terus berlangsung.

“Saya sangat berharap warga Kota Sakai juga dapat melihat karya-karya ini. Kini, harapan tersebut akhirnya terwujud. Banyak orang sama sekali tidak mengetahui persoalan ini. Saya berharap semua orang memanfaatkan kesempatan ini untuk datang dan melihat sendiri karya-karya tersebut,” kata Nishimura Hikaru, mantan anggota Majelis Prefektur Osaka. 

Pada 23 Oktober, pameran karya pemenang kompetisi poster internasional Jeritan Bisu (Silent Scream) resmi dibuka di Kota Sakai, Prefektur Osaka, Jepang.

Ikejiri Hideki, anggota Dewan Kota Sakai: “Saya sangat senang kegiatan menentang praktik transplantasi organ oleh PKT dapat diselenggarakan di Kota Sakai hari ini. Praktik seperti ini sama sekali tidak boleh lagi ditoleransi. Saya berharap kecaman terhadap tindakan tersebut dapat terus disuarakan dengan tegas di Jepang.”

Minakata Izumi, anggota Dewan Kota Tondabayashi: “Penyampaian pernyataan resmi oleh dewan daerah juga dapat menjadi kekuatan penting untuk mendorong pemerintah pusat mengambil tindakan. Saya selalu berpendapat bahwa kami, sebagai anggota dewan daerah, memang harus melakukan sesuatu.”

Baba Nobuyuki, anggota Majelis Rendah Jepang: “Jepang perlu membuat undang-undang terkait untuk melarang masyarakat pergi ke Tiongkok guna menjalani operasi transplantasi organ yang melibatkan pengambilan organ dari orang yang masih hidup.”

Pameran poster internasional yang berlangsung selama tiga hari ini menarik perhatian banyak warga Jepang. Tindakan PKT yang dituduhkan mengambil organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup untuk memperoleh keuntungan mendapat kecaman dari para pengunjung. Mereka juga membubuhkan tanda tangan untuk bergabung dalam barisan penentang penganiayaan oleh PKT.

Laporan dari Osaka oleh tim liputan NTD Jepang.

INSPIRASI ERABARU

Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Membahayakan Ginjal

Makanan berjamur dan makanan yang tercemar logam berat dapat merusak fungsi ginjal.Hu NaiwenKebanyakan orang mengetahui bahwa sering begadang, minum alkohol secara berlebihan, dan menggunakan...

Ketika Kehidupan Modern Bergerak Lebih Cepat daripada Kemampuan Tubuh Anda

Kebutuhan untuk terus terburu-buru memiliki istilah tersendiri: “hurry sickness” atau sindrom terburu-buru.Sheridan GenrichAnda mungkin merasa tidak membutuhkan waktu istirahat tambahan atau menganggap tubuh yang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine