Ketua DPR AS Buka Penyelidikan Pemakzulan Terhadap Presiden Joe Biden 

oleh Jin Shi – NTD

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Kevin McCarthy pada Selasa (12 September) mengumumkan bahwa dia akan membuka upaya penyelidikan pemakzulan secara formal terhadap Presiden Joe Biden. Penyelidikan akan memfokuskan apakah Biden menyalahgunakan kekuasaannya selama masa jabatannya sebagai wakil presiden dan mendatangkan keuntungan bagi keluarganya.

“Hari ini saya mengarahkan komite DPR untuk membuka penyelidikan resmi pemakzulan terhadap Presiden Biden,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Kevin McCarthy.

Penyelidikan pemakzulan merupakan langkah awal dalam proses pemakzulan DPR. McCarthy mengatakan penyelidikan akan fokus kepada tuduhan korupsi terhadap keluarga Biden.

Sejak merebut kembali Dewan Perwakilan Rakyat pada  Januari tahun ini, Partai Republik telah melakukan penyelidikan terhadap Biden dan menemukan  ada banyak hal yang mencurigakan dalam urusan bisnis luar negeri putranya, Hunter Biden. Adapun Biden, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat juga terlibat.

McCarthy berkata : “Melalui penyelidikan kami, kami menemukan bahwa Presiden Biden berbohong kepada rakyat Amerika tentang bisnis keluarganya di luar negeri.”

Partai Republik percaya bahwa informasi yang tersedia saat ini cukup untuk memulai penyelidikan pemakzulan, sehingga memberikan kepada Kongres kekuasaan kehakiman yang lebih besar untuk melakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

“Penyelidikan pemakzulan akan memberi kita lebih banyak perangkat, terutama untuk melihat catatan bank Joe Biden. Catatan bank berisi semua bukti,” kata Perwakilan Partai Republik AS Nancy Mace.

Partai Demokrat menentang penyelidikan pemakzulan.

Senator AS dari Partai Demokrat Elizabeth Warren berkata: “Mereka (Partai Republik) tahu bahwa tidak ada dasar (untuk pemakzulan).”

Senator AS lainnya dari Partai Demokrat Mnuchin berkata: “Ada hal yang lebih penting yang harus kita lakukan saat ini, dan (kasus pemakzulan) akan membuang banyak waktu.”

Juru bicara Gedung Putih Ian Smas melalui media sosial menuduh Partai Republik terlibat dalam “politik ekstrem.” Namun demikian, hingga berita ini dimuat, Biden sendiri belum menanggapi penyelidikan pemakzulan tersebut. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine