DK-PBB Mengesahkan Resolusi Gencatan Senjata Israel – Hamas dengan 14 Suara Mendukung, 1 Abstain

NTD

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan perolehan 14 suara mendukung dan 1 suara abstain telah menyetujui proposal Amerika Serikat untuk mengesahkan resolusi gencatan senjata segera antara Israel dengan organisasi Hamas, dan membebaskan para sandera. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kembali melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk mengunjungi Mesir, Israel, dan negara-negara lain.

Teks resolusi tersebut menyebutkan bahwa DK-PBB dengan senang melihat usulan Presiden AS Joe Biden untuk mendeklarasikan gencatan senjata di Jalur Gaza dan membebaskan sandera yang masih ditahan pada 31 Mei, serta mendesak semua pihak untuk segera dan tanpa syarat menerapkan sepenuhnya ketentuan terkait.

Pada 10 Juni 2024, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan resolusi gencatan senjata segera antara Israel dengan Hamas dan pembebasan sandera. (Michael M. Santiago/Getty Images)

Rancangan resolusi tersebut disetujui DK-PBB melalui pemungutan suara 14 anggota Dewan Keamanan PBB, sedangkan Rusia abstain dalam pemungutan suara.

Resolusi tersebut juga menyatakan bahwa Israel telah menerima rencana gencatan senjata dan meminta Hamas melakukan hal yang sama.

Pada 10 Juni Hamas mengatakan bahwa mereka senang melihat hasil pemungutan suara Dewan Keamanan, namun Hamas belum sepenuhnya menerima isi resolusi tersebut karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum mengubah sikap kerasnya.

Akhir bulan lalu, Presiden Joe Biden meluncurkan inisiatif gencatan senjata dan pembebasan sandera baru kepada DK-PBB. Menurut proposal tersebut, Israel perlu menarik pasukannya dari daerah padat penduduk di Jalur Gaza, dan Hamas perlu membebaskan para sandera dalam masa gencatan senjata selama 6 minggu. Sementara para perunding mengupayakan penghentian permanen permusuhan, gencatan senjata perlu diperpanjang, dan rekonstruksi kerusakan akibat perang di Jalur Gaza.

Blinken Berangkat ke Timur Tengah untuk Kedelapan Kalinya

Ketika Washington berharap untuk mencapai perjanjian gencatan senjata di Gaza untuk mencegah perang menyebar ke Lebanon, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk kedelapan kalinya pada  Senin (10 Juni). Dia juga akan mengunjungi Mesir, Israel, Yordania dan Qatar. Tujuan perjalanan Blinken ini adalah untuk mempromosikan gencatan senjata yang diusulkan Biden.

Central News Agency melaporkan bahwa menurut siaran pers dari Kementerian Luar Negeri AS, Blinken pertama-tama akan mengadakan pertemuan tertutup di Kairo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, sekutu utama Amerika Serikat dalam mempromosikan perundingan perdamaian Timur Tengah. Setelah itu Blinken akan berkunjung ke Yerusalem untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara kepada wartawan setelah bertemu dengan Presiden Mesir di bandara Kairo pada 10 Juni 2024. (AMR NABIL/POOL/AFP/Getty Images

Dunia politik Israel telah mengalami perubahan baru-baru ini. Benny Gantz, seorang politisi berhaluan tengah, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai menteri kabinet pada masa perang, sehingga menimbulkan variabel baru pada operasi mediasi diplomatik yang dipimpin AS. Dunia luar meragukan apakah Blinken dapat mencapai tujuannya dalam perjalanan ini.

Benny Gantz, mantan jenderal militer, memimpin dalam jajak pendapat terbaru dan dapat menggantikan kedudukan Netanyahu sebagai perdana menteri setelah pemilu awal diadakan.

Gantz, yang menggambarkan dirinya sebagai sekutu AS yang lebih moderat dibandingkan Netanyahu, mengatakan pada bulan lalu bahwa dirinya akan mundur dari kabinet perang jika Netanyahu gagal menyetujui rencana pascaperang untuk Gaza pada 8 Juni.

Pada Maret tahun ini, Gantz pergi berangkat ke Amerika Serikat tanpa persetujuan Netanyahu, ia juga sering bertemu dengan Blinken di Israel. Belum tahu apakah kedua orang tersebut akan bertemu selama kunjungan Blinken ke Israel kali ini.

Dalam jangka pendek, pengunduran diri Gantz sebagai menteri kabinet perang akan membuatnya tidak memiliki beban terhadap sekutu sayap kanan pemerintahan Netanyahu. Kelompok sayap kanan tidak menerima kompromi apa pun dan mengatakan jika Netanyahu menerima rencana gencatan senjata, mereka akan mundur dari pemerintahan koalisi. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine