Menhan Korea Selatan : Korea Utara Telah Mengirimkan 4,8 Juta Peluru Artileri ke Rusia

oleh Wu Xianglian

Baru-baru ini Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won-sik menyatakan bahwa Korea Utara telah mengirimkan 4,8 juta peluru artileri ke Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat akan mengunjungi Pyongyang, di mana ia mungkin ingin mendapatkan lebih banyak peluru artileri dari Korea Utara.

Pada Jumat (14 Juni) dalam wawancaranya dengan Shin Won-sik Bloomberg melaporkan, pihak Seoul menemukan bahwa Korea Utara telah mengirimkan setidaknya 10.000 kontainer yang dapat menampung 4,8 juta butir peluru artileri ke Rusia untuk digunakan dalam menyerang Ukraina.

Shin Won-sik mengatakan : “Diperkirakan Putin akan mengupayakan kerja sama keamanan yang lebih erat dengan Korea Utara, terutama pasokan militer seperti peluru artileri yang diperlukan untuk meraih peluang kemenangan”. Dia juga mengatakan bahwa Korea Utara telah mengirimkan lusinan rudal balistik ke Rusia, untuk membantu Putin menyerang negara tetangganya.

Sebagai imbalan atas amunisi Korea Utara, Rusia telah membekali Korea Utara dengan teknologi untuk membantunya mengerahkan serangkaian satelit mata-mata dan senjata konvensional seperti tank dan pesawat terbang.

Menurut media Korea Selatan “Dong-A Ilbo”, Putin akan mengunjungi Korea Utara paling cepat minggu depan. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Korea Utara sejak bulan Juli 2000. Kunjungan ini akan membuat Amerika Serikat dan mitranya khawatir terhadap transfer senjata Korea Utara. Transfer senjata ini membantu Rusia menyerang Ukraina sebagai imbalan atas dukungan dan bantuan Putin kepada rezim Kim Jong-un.

Peluang Rusia untuk melakukan terobosan perang semakin menyusut karena Ukraina mendapatkan senjata baru bernilai miliaran dolar dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, bahkan ketika Rusia masih terus meluncurkan serangan dengan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina.

Sejak Putin dan Kim Jong-un bertemu di Rusia pada September tahun lalu, perdagangan antara kedua negara menjadi meningkat, dan Korea Utara mungkin akan memberikan lebih banyak senjata ke Rusia dibandingkan yang diberikan Amerika Serikat dan Uni Eropa kepada Ukraina. Hal ini memungkinkan militer Rusia melakukan pemboman tanpa pandang bulu di Ukraina. Karena Kongres AS menunda bantuan senjata, tentara Ukraina tidak memiliki persediaan amunisi yang mencukupi dan terpaksa menjatah penggunaan amunisi.

Dalam beberapa bulan sejak Amerika Serikat menunda pengiriman senjata, para pejabat Ukraina telah memperingatkan bahwa Rusia dapat mencapai terobosan dalam perang tersebut. Meski kekuatan tentara Ukraina hanya sepersepuluh dari tentara Rusia yang menyerang, tetapi sebagian besar tentara Ukraina masih tetap teguh mempertahankan wilayah. Uni Eropa telah berjanji untuk mengirimkan 1 juta butir peluru artileri ke Ukraina pada akhir tahun ini. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine