Seorang Nelayan Menemukan Lobster ‘Cotton Candy’ yang Sangat Langka, Hanya 1 dari 100 Juta

EtIndonesia. Pada akhir Juli, seorang nelayan muda bernama Joseph Kramer sedang menarik perangkap lobsternya di lepas pantai New Hampshire, AS, ketika ia mendapati dirinya sedang melihat seekor krustasea yang sangat cantik untuk dimakan.

Cangkang lobster itu merupakan kumpulan pigmen biru, ungu, dan merah muda yang berputar-putar, yang tampak seperti tembikar opal yang mengkilap saat basah.

Kramer pernah menangkap lobster biru cerah, tetapi dia belum pernah melihat lobster dengan warna yang begitu banyak.

Lobster yang beruntung itu terhindar dari piring makan dan langsung dibawa ke Seacoast Science Center, tempat dia sekarang dipamerkan.

Di sana, pemilik akuarium Sam Rutka mengonfirmasi bahwa ini adalah lobster “cotton candy” – kelangkaan genetik yang hanya memengaruhi satu dari setiap 100 juta individu.

Karena lobster cotton candy tidak tersamarkan dengan baik seperti lobster bercangkang cokelat, mereka lebih mungkin dimakan oleh predator, sehingga lebih luar biasa lagi jika lobster tersebut ditangkap oleh manusia.

Pada tahun 2018, seekor lobster cotton candy ditangkap di lepas pantai Kanada dengan warna pastel berkilau yang jauh lebih terang.

Hasil tangkapan Kramer berwarna lebih gelap.

Cangkang lobster pada umumnya mungkin tampak cokelat di permukaan, tetapi sebenarnya terbuat dari pigmen merah, kuning, dan biru.

Mutasi genetik terkadang dapat menyebabkan satu pigmen menutupi pigmen lainnya.

Lobster merah adalah variasi warna yang paling umum, terjadi pada 1 dari setiap 10 juta individu.

Sementara itu, lobster oranye, kuning, dan berwarna-warni dapat berkisar antara 1 dari 30 juta hingga 1 dari 50 juta.

Lobster cotton candy dan lobster albino adalah yang paling langka, terjadi pada 1 dari setiap 100 juta.

Tahun ini merupakan tahun pertama Kramer menggunakan peralatannya sendiri untuk menangkap lobster. Ia memberi tahu Ian Lenahan dari Portsmouth Herald bahwa dia berharap keberuntungannya terus berlanjut. (yn)

Sumber: sciencealert

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine