EtIndonesia. Situasi di kawasan Timur Tengah belakangan ini mengalami perubahan besar, melibatkan Iran, Hizbullah Lebanon, dan Hamas. Ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab atau organisasi di sekitarnya semakin meningkat, dengan kemungkinan besar terjadinya perang skala luas. Di tengah situasi ini, Pangeran terakhir dari Dinasti Pahlavi Iran yang kini dalam pengasingan, Reza Pahlavi, merilis video yang menyerukan rakyat Iran untuk bersiap bangkit melawan dan menggulingkan pemerintahan Iran saat ini.
Pangeran Dinasti Pahlavi yang kini dalam pengasingan membuat video yang mengajak rakyat Iran untuk bersama-sama menggulingkan pemerintahan saat ini.
Seiring dengan meluasnya konflik di Timur Tengah, semakin banyak negara atau organisasi Arab yang menjadi sasaran serangan Israel. Media Belarus, NEXTA, melalui unggahan di platform X, melaporkan bahwa sebuah bangunan di pusat Kota Damaskus, ibu kota Suriah, yang berdekatan dengan Kedutaan Besar Iran di Damaskus, diduga diserang oleh Israel pada malam 8 Oktober waktu setempat. Bahkan dilaporkan bahwa ada warga yang terluka dalam serangan tersebut.
Sementara itu, akun X “OFFICIAL NEWS” juga menyebutkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel pada malam 8 Oktober berhasil membunuh pemimpin logistik dan anggaran Hizbullah serta Kepala Staf Komite Eksekutif Hizbullah, Suhail Hussein Husseini, dalam serangan terhadap Beirut, ibu kota Lebanon. “OFFICIAL NEWS” menyatakan bahwa Husseini adalah tokoh kunci dalam transfer senjata canggih dari Iran ke Hizbullah, dan ia telah lama bertanggung jawab atas distribusi senjata bantuan dari Iran di berbagai unit Hizbullah.
Akun X yang bernama “Israel War Room” juga melaporkan bahwa Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, dalam sebuah wawancara di acara televisi mengatakan bahwa peralatan militer yang diberikan oleh Iran kepada Hizbullah masih “sebagian besar utuh.” Beberapa posisi pimpinan Hizbullah yang terbunuh oleh serangan Israel juga sudah mulai diisi kembali. Namun, Qassem menekankan bahwa posisi Sekretaris Jenderal Hizbullah masih kosong karena “sulit diisi selama masa perang.”
伊朗流亡王子礼萨·巴列维号召伊朗人民起来推翻毛拉恐怖统治,让伊朗重回1979年前的光辉时代,巴列维王子称随时准备返回伊朗。
— 以色列战争(Israel wars) (@Israelwaronhama) October 8, 2024
伊朗1979年前曾是以色列在中东的最好盟友,伊朗人民和以色列有着友好传统,世界各地支持以色列集会上不乏出现伊朗旗帜,美国伊朗社区反伊朗是主流,和中国人社区完全不同。 pic.twitter.com/Wdb8p4KpIa
Di saat yang bersamaan, Pangeran Pahlavi yang kini berada dalam pengasingan di Amerika Serikat, melalui video yang dibuatnya, mengajak rakyat Iran untuk “bangkit melawan,” memberikan kesempatan bagi Iran untuk kembali ke “masa kejayaannya”. Pangeran Pahlavi juga menyatakan bahwa ia siap untuk kembali ke Iran kapan saja, bersama dengan rakyat, untuk menggulingkan pemerintahan teror yang ada saat ini.
Menurut informasi yang tersedia, Dinasti Pahlavi adalah dinasti monarki terakhir di Iran yang digulingkan setelah Revolusi Islam yang dipimpin oleh Ayatollah Khomeini pada tahun 1979. Pangeran Reza Pahlavi terpaksa mengasingkan diri ke luar negeri.
Akun “Israel War Room” menyatakan bahwa selama pemerintahan Dinasti Pahlavi, Iran adalah salah satu sekutu terbaik Israel di kawasan Timur Tengah. Kedua bangsa tidak hanya memiliki hubungan yang erat, tetapi pada berbagai pertemuan internasional yang mendukung Israel, bendera Iran dari era Dinasti Pahlavi sering terlihat. Namun, setelah dinasti tersebut digulingkan oleh pemerintahan Iran saat ini, hubungan Iran dengan Israel berubah menjadi permusuhan.(jhn/yn)


