ETIndonesia. Sebanyak 5.300 praktisi Falun Gong dari Taiwan serta negara lainnya dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Mongolia, Makau, Hong Kong, dan Korea Selatan berkumpul di Liberty Square, Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taipei, pada Minggu (17/11/2024).
Acara yang dikenal sebagai pembentukan karakter ini merupakan tradisi tahunan bagi para praktisi Falun Gong di Taiwan; selama bertahun-tahun, kegiatan ini telah menarik banyak praktisi dari berbagai daerah dan negara.
Dalam kondisi hujan, para praktisi Falun Gong menghabiskan hampir dua jam untuk membentuk pola raksasa berukuran panjang 91 meter dan lebar 85 meter. Dari udara, terlihat jelas pola besar lambang Falun Gong dan tulisan dalam bahasa mandarin “Zhen-Shan-Ren” yang artinya dalam bahasa Indonesia “Sejati-Baik-Sabar” menciptakan pemandangan spektakuler kepada wisatawan mancanegara dan masyarakat Taiwan.

Sejumlah komentar disampaikan oleh wisatawan Internasional. Seorang wisatawan dari Irlandia: “Ini sangat mengagumkan. Melihat begitu banyak orang berkumpul begitu indah, sangat luar biasa.”
Sedangkan wisatawan dari Belanda: “Ini adalah kegiatan yang sangat damai.” Adapun wisatawan dari Spanyol: “Ini sungguh luar biasa. Melihat begitu banyak orang bersama-sama sangat menginspirasi.”








Acara ini juga diiringi musik yang harmonis, sementara para praktisi Falun Gong menampilkan gerakan latihan mereka. Sejak diperkenalkan pada tahun 1992, Falun Gong telah menyebar ke 156 negara dan wilayah.
Hsiao Sung-shan, seorang pensiunan profesor engineering dan ketua Himpunan Falun Dafa Taiwan, mengatakan dalam siaran pers bahwa orang-orang sekarang lebih membutuhkan Sejati-Baik-Sabar mengingat konflik dan kemerosotan moral yang melanda dunia saat ini.
Ketiga prinsip tersebut “berasal dari konsep moral yang berakar pada budaya tradisional Tiongkok,” jelas Hsaio. Dia menambahkan bahwa ketiga kebajikan ini berfungsi sebagai “mercusuar cahaya” bagi umat manusia.
Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, pertama kali diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada tahun 1992. Ajaran moral dan lima perangkat latihan termasuk meditasi menjadi populer, pada akhir 1990-an, perkiraan resmi menempatkan jumlah orang yang berlatih Falun Gong antara 70 juta dan 100 juta.
Namun, pada Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok, karena cemas popularitas latihan ini akan merongrong kekuasaan totaliternya, meluncurkan kampanye besar-besaran untuk membasmi latihan ini. Sejak saat itu, jutaan praktisi telah ditahan secara sewenang-wenang di penjara, kamp kerja paksa, dan fasilitas lainnya, dengan ratusan ribu orang telah disiksa selama dipenjara, menurut Falun Dafa Information Center. Setiap tahun, foto-foto acara di Taiwan menjadi inspirasi bagi para praktisi Falun Gong yang teraniaya di Tiongkok, yang mengadakan kegiatan serupa di daratan sebelum PKT menindas mereka.
Huang Chun-mei, penyelenggara acara dan wakil ketua Himpunan Falun Dafa Taiwan, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa foto-foto tahun ini pasti akan beresonansi dengan hal-hal yang baik dalam diri orang-orang, menginspirasi mereka untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.
“Orang-orang yang sifat baiknya lebih kuat daripada sifat buruknya akan hidup lebih bebas dan lebih bahagia,” kata Huang. “Jika ada lebih banyak orang baik di dunia ini, masyarakat kita pasti akan menjadi lebih damai.”
Kisah Para Praktisi
Lai, seorang praktisi Falun Gong berkata: “Sebelum melakukan sesuatu, kami berpikir apakah itu akan merugikan orang lain. Kami selalu memprioritaskan kepentingan orang lain sebelum memikirkan diri sendiri.”
Ma, seorang mahasiswa dan praktisi: “Dalam kehidupan, saya berusaha menjadi orang yang lebih baik. Saya lebih jarang bertengkar dengan orang lain atau merasa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.”
Tekanan dari Pemerintahan Partai Komunis Tiongkok
Sayangnya, rezim Tiongkok terus melakukan penindasan brutal terhadap praktisi Falun Gong, menyebarkan fitnah, dan bahkan melakukan kejahatan seperti pengambilan organ secara paksa.
Kini, banyak warga Tiongkok, termasuk anak-anak pejabat tinggi, yang memiliki kesempatan untuk mengunjungi Taiwan. Praktisi Falun Gong memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan fakta dengan damai melalui papan informasi dan media.
Komentar Masyarakat dan Wisatawan:
Warga Taiwan: “Saya pikir ini bisa membangkitkan kesadaran lebih banyak orang untuk memahami kebenaran dan melakukan hal yang benar.”
Wisatawan dari Spanyol: “Anda memiliki hak untuk menjalankan kepercayaan Anda dengan bebas. Seharusnya itu berlaku di mana saja, tidak hanya di sini, tetapi juga di Tiongkok.”
Dengan dukungan dari berbagai negara, praktisi Falun Gong terus menyebarkan fakta dan kebenaran ke seluruh dunia melalui upaya mereka sendiri.
Sumber : NTDTV.com


