EtIndonesia. Pejabat tinggi militer Selandia Baru menyatakan kekhawatirannya atas peningkatan keberadaan Tiongkok di Pasifik Selatan dan memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Selandia Baru harus siap untuk segala kemungkinan.
Komandan Angkatan Pertahanan Selandia Baru (CDF), Tony Davies, pada hari Selasa (3/12) di Wellington mengatakan kepada sebuah komite parlemen: “Saya belum pernah melihat dunia atau region ini dalam kondisi yang membuat saya sangat khawatir.”
“Pada titik tertentu, kita perlu siap untuk membuat keputusan yang akan mengirim para pelaut, tentara, dan pilot kita ke dalam bahaya untuk melindungi kepentingan kita,” tambah Davies.
Ketika Kepulauan Solomon mengumumkan kesepakatan keamanan dengan Tiongkok pada awal 2022, Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat merasa terkejut. Selandia Baru sedang memperdalam hubungannya dengan negara-negara Barat, langkah yang mungkin meningkatkan risiko konfrontasi dengan Beijing.
Davies mengatakan: “Kami telah melihat kehadiran Tiongkok di Pasifik, Pasifik Selatan meningkat secara signifikan.”
Belakangan ini, Tiongkok mengirim kapal perusak besar 055 ‘Xianyang’ dan kapal perusak tipe 052D ‘Nanning’, yang berlabuh di negara kepulauan Pasifik Vanuatu. Pada Juli lalu, Tiongkok mengirim kapal perusak untuk berpartisipasi dalam peringatan tahunan angkatan laut di Tonga.
Pada Oktober 2024, mereka melakukan uji coba misil balistik antarbenua yang mendarat dekat Polinesia Prancis.
Davies mengatakan: “Situasi di dunia dan wilayah Indo-Pasifik kita menghadapi tantangan yang meningkat.”
Dia menambahkan, “Ini membuat saya khawatir, dan seharusnya juga membuat Anda khawatir. Kecuali saat saya tidur, saya sibuk sepanjang hari untuk memastikan kita siap.”
Pemerintah Selandia Baru berencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan, mengganti peralatan yang sudah usang, dan memperdalam hubungan dengan mitra strategis tradisional yang ingin melihat tindakan Selandia Baru. Saat ini, anggaran pertahanan Selandia Baru hanya sekitar 1% dari PDB negara itu, namun pejabat mengatakan perlu dinaikkan ke tingkat 2%.
Brook Barrington, Menteri Pertahanan dan CEO Departemen Pertahanan, mengatakan kepada komite bahwa posisi strategis Selandia Baru “sedang memburuk drastis.”
“Titik-titik panas semakin berbahaya, beberapa di antaranya berada di belahan bumi kita sendiri,”ujarnya.(jhn/yn)


