Pejabat melaporkan bahwa Brian Thompson mungkin tewas dalam serangan yang ditargetkan
ETIndonesia. CEO unit asuransi UnitedHealthcare, Brian Thompson, ditembak mati oleh seorang pria bersenjata bertopeng dalam serangan yang sudah direncanakan di New York City. Hal demikian diungkapkan oleh Komisaris New York City Police Department (NYPD Jessica) Tisch.
Dalam konferensi pers pada Rabu pagi, Tisch mengatakan bahwa Thompson dibunuh dalam “serangan berani dan terencana” di mana tersangka menunggu beberapa menit sebelum menembaknya beberapa kali di punggung.
Tersangka, yang terakhir terlihat di kawasan Central Park, melarikan diri dengan berjalan kaki dan kemudian menggunakan sepeda listrik. Identitas tersangka belum diketahui atau tertangkap.
Publik Amerika Serikat diminta menghubungi saluran tip Crime Stoppers NYPD, dengan hadiah untuk informasi dalam kasus ini meningkat menjadi $10.000, demikian ungkap komisaris polisi.

Adapun motif pembunuhan ini masih belum bisa dipastikan pada saat ini.
Tersangka digambarkan sebagai pria “berkulit terang” yang mengenakan jaket “berwarna krem,” kata seorang pejabat NYPD dalam konferensi pers.
Foto tersangka yang memegang senjata dengan benda yang tampak seperti peredam suara, serta foto tersangka saat mengendarai sepeda, telah beredar secara daring.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penembakan ini tidak akan memengaruhi penyalaan pohon Natal di Rockefeller Center di Manhattan pada Rabu malam.
“Jutaan orang akan menikmati penyalaan pohon malam ini, serta acara liburan lainnya, dan NYPD akan berada di sana menjaga mereka tetap aman,” kata Tisch.
Pejabat penegak hukum setempat sedang mewawancarai anggota keluarga, karyawan UnitedHealth, dan individu lain di negara bagian Minnesota, tempat perusahaan itu berbasis, menurut pihak berwenang.
Perusahaan tersebut sedang menggelar hari investor pada Rabu, tetapi acara itu ditutup lebih awal karena “situasi medis yang sangat serius” yang melibatkan salah satu anggota timnya, kata CEO UnitedHealth Group, Andrew Witty, dalam acara tersebut, sebagaimana rekamannya ditayangkan CNBC pada Rabu. Ia tidak menyebutkan Thompson atau karyawan UnitedHealth lainnya secara spesifik.
Polisi mengatakan bahwa tersangka mungkin menggunakan peredam suara pada senjatanya selama penembakan, menurut laporan berbagai media lokal dan internasional yang mengutip sumber polisi. Tersangka digambarkan sebagai pria kulit putih yang mengenakan masker ski.
Sebelumnya pada Rabu, kantor wakil komisaris NYPD mengatakan seorang pria ditembak di depan 13356 6th Avenue, dalam wilayah Precinct Midtown North. Thompson kemudian dibawa ke Mount Sinai West dalam kondisi kritis dan dinyatakan meninggal dunia.
Thompson memulai memimpin unit asuransi perusahaan tersebut pada 2021, menurut situs web perusahaan asuransi kesehatan itu. Sebelumnya, ia memimpin unit Medicaid dan Medicare dari raksasa asuransi tersebut.
UnitedHealthcare adalah unit dari UnitedHealth Group, menurut perusahaan itu. UnitedHealth Group tercatat sebagai perusahaan asuransi kesehatan terbesar di Amerika Serikat, menurut majalah Forbes.
Pada perdagangan Rabu pagi, saham UnitedHealth Group Inc. naik sekitar 1 persen.
UnitedHealthcare belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Epoch Times. Perusahaan besar di bidang kesehatan ini juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan kematian Thompson.
Gubernur Minnesota Tim Walz, mantan calon wakil presiden dari Partai Demokrat, menulis dalam sebuah unggahan di platform X pada Rabu bahwa perkembangan ini adalah “berita yang mengerikan dan kehilangan besar” bagi bisnis di negaranya. “Minnesota mengirimkan doa untuk keluarga Brian dan tim UnitedHealthcare,” tulisnya.
Laporan ini juga melibatkan kontribusi dari Reuters.
Sumber : The Epoch Times


