Hujan Lebat dan Banjir di Thailand Selatan: Korban Tewas Menjadi 29 Orang, Lebih dari 30.000 Orang  Mengungsi

ETIndonesia. Thailand bagian selatan baru-baru ini dilanda banjir besar berturut-turut. Pada Rabu (4/12/2024), pejabat Thailand melaporkan bahwa banjir telah memaksa lebih dari 30 ribu orang mengungsi dari rumah mereka. Jumlah korban tewas meningkat dari 25 orang pada 3 Desember menjadi 29 orang. Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah tersebut diperkirakan akan terus diguyur hujan deras dalam beberapa hari mendatang.

Departemen Meteorologi Thailand (Thai Meteorological Department) pada 4 Desember memperingatkan bahwa tekanan rendah yang bergerak dari Laut Cina Selatan melewati Malaysia ke Laut Andaman diperkirakan akan membawa hujan lebat dan banjir ke wilayah selatan Thailand.

Departemen Sumber Daya Mineral Thailand juga mengeluarkan peringatan bahwa hingga 5 Desember, ada risiko tanah longsor dan banjir bandang.

Menurut laporan yang dikutip dari AFP oleh Kantor Berita Pusat Taiwan (CNA), banjir besar telah melanda Thailand bagian selatan, dengan lebih dari 155 ribu rumah tangga terdampak. Laporan tersebut berdasarkan data dari Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dalam pernyataannya menyebutkan bahwa provinsi yang terdampak meliputi Pattani, Narathiwat, Songkhla, Nakhon Si Thammarat, dan Phatthalung. Sebanyak lebih dari 33 ribu orang harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian.

Pada 30 November 2024, di negara tetangga Malaysia, banjir juga melanda. Di Pasir Puteh, negara bagian Kelantan, orang-orang terlihat menggunakan perahu untuk melintasi jalan-jalan yang terendam banjir akibat hujan lebat.

Seorang wanita di distrik Tak Bai, provinsi Narathiwat, Thailand, mengatakan kepada Thai PBS bahwa setelah rumahnya kebanjiran, ia memilih tinggal di tempat penampungan sementara di sebuah kuil. Sudah tiga hari ia belum kembali ke rumahnya.

Banjir juga mempengaruhi negara tetangga Malaysia, dengan puluhan ribu orang dilaporkan mengungsi. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine