Turkiye Terjun ke Kota Strategis Suriah, Hama, Menghubungkan Titik Panas Timur Tengah dengan Perang Rusia-Ukraina

ETIndonesia. Pada Kamis 5 Desember 2024 menandai dua peristiwa besar yang berpotensi mengubah dinamika konflik di Timur Tengah dan memengaruhi perang Rusia-Ukraina. Kedua peristiwa ini dianggap sebagai simbolik pertama yang benar-benar menghubungkan dua titik panas utama konflik global saat ini.

Intervensi Turkiye di Suriah

Pada  4 Desember, pasukan pemberontak Suriah melakukan serangan terhadap kota strategis Hama di tengah Suriah. Tidak ada yang menyangka bahwa Turkiye, yang selama ini diduga mendukung kelompok pemberontak, tiba-tiba mengambil langkah drastis dengan turun tangan secara langsung. Rekaman video menunjukkan tentara Turkiye dengan percaya diri melintasi perbatasan memasuki Suriah melalui pintu masuk kota Azaz di perbatasan Suriah-Turkiye.

Intervensi ini mengejutkan banyak pihak karena saat ini pasukan pemberontak Suriah sedang mengalami kemajuan pesat dan sepertinya tidak memerlukan bantuan langsung. Kehadiran tentara asing darat ini diprediksi akan mengubah sifat perang saudara di Suriah secara drastis.

Perebutan Kota Hama

Keesokan harinya, pada 5 Desember, pasukan pemberontak berhasil memasuki kota Hama. Menurut laporan Agence France-Presse, pemberontak mengepung kota tersebut dari tiga sisi, dengan pertempuran sengit terjadi di timur laut. Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah di Inggris melaporkan bahwa kendaraan tempur pemberontak telah memasuki pusat kota Hama.

Pasukan pemberontak Suriah menunjukkan dukungan persenjataan yang kuat, termasuk rudal anti-pesawat portabel yang mampu menjatuhkan helikopter pasukan pemerintah di atas Hama. Meskipun strategi dan taktik perang tetap penting, semangat bertempur yang tinggi dari pemberontak menjadi faktor kunci dalam perubahan situasi ini. 

Video yang beredar menunjukkan pasukan pemerintah Assad mengalami kerugian besar, dengan banyak kendaraan lapis baja ditinggalkan di jalan tol M5 dari Aleppo ke Hama.

Markas militer Brigade ke-87 pasukan pemerintah Assad di dekat kota Hama ditemukan dalam keadaan terbengkalai, dengan lebih dari 40 kendaraan militer dan lapis baja ditinggalkan sembarangan. Pemberontak bahkan berhasil menyita helikopter Mi-8 yang ditinggalkan dan berusaha mempelajari cara mengoperasikannya melalui video online.

Dampak di Ibu Kota Damaskus

Setelah Hama dikuasai, ibu kota Suriah, Damaskus, menjadi semakin rentan. Jarak antara Hama dan Damaskus sekitar 200 kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu lebih dari dua jam berkendara. 

Langkah selanjutnya dari pasukan pemberontak diperkirakan akan melanjutkan serangan ke selatan menuju kota Homs, yang jika dikuasai, akan memutus jalur pasokan penting antara pangkalan angkatan laut Rusia di Tartus dan bantuan mereka.

Pada 5 Desember, terjadi ledakan hebat di sekitar Bandara Internasional Damaskus yang menyebabkan kebakaran besar. Stasiun televisi Al-Manar yang pro-Partai Hizbullah di Lebanon melaporkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh serangan udara pesawat tempur Israel. Keterlibatan Hizbullah dalam perang saudara Suriah sejak 2013 telah memperumit situasi, dan serangan Israel ke Suriah bukanlah hal baru.

Keterlibatan Ukraina dan Dinamika Global

Pada hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan pernyataan terkait niat Rusia di Suriah dan dampaknya terhadap keseimbangan kekuatan global. Ia menyebut Kirill Budanov, kepala Biro Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina, yang secara teratur berhubungan dengan pemimpin inti organisasi pemberontak Suriah,  Abu Mohammed al-Julani dari Hayat Tahrir al-Sham (HTS)

Langkah ini menunjukkan bahwa Ukraina tidak hanya terlibat dalam konflik di Rusia tetapi juga mengambil langkah mendalam di Timur Tengah untuk menyerang pangkalan penting Rusia. Rezim Assad di Suriah dianggap sebagai pangkalan Rusia di kawasan tersebut, sehingga serangan ini dapat mengurangi tekanan Ukraina di medan perang Rusia-Ukraina.

Dalam perkembangan lain, Budanov menyatakan bahwa Korea Utara telah menjadi sekutu militer utama Rusia dalam invasi ke Ukraina, menyediakan senjata penting yang memungkinkan Rusia mempertahankan garis depan. Laporan menunjukkan bahwa Korea Utara telah mengirim sekitar 6.700 kontainer amunisi ke Rusia dalam beberapa bulan terakhir, yang sangat vital bagi operasi militer Rusia.

Peringatan dari Memorandum Budapest

Pada 5 Desember, dunia juga mengenang hari ulang tahun ke-30 penandatanganan Memorandum Budapest. Memorandum tersebut, ditandatangani oleh Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris, menjamin keamanan nasional Ukraina setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1994. Ukraina, yang saat itu memiliki persenjataan nuklir terbesar ketiga di dunia, setuju untuk menyerahkan senjata nuklir tersebut sebagai bagian dari perjanjian ini.

Namun, situasi saat ini menunjukkan bahwa janji-janji dalam Memorandum Budapest belum sepenuhnya ditepati, terutama dalam konteks invasi Rusia ke Ukraina yang kini semakin memperdalam penderitaan rakyat Ukraina.

Dukungan Internasional dan Masa Depan Konflik

Zelenskyy menegaskan pentingnya keanggotaan Ukraina dalam NATO dan memastikan dukungan amunisi serta peralatan militer untuk memperkuat pertahanan Ukraina terhadap serangan udara Rusia di musim dingin ini. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan bahwa Ukraina akan menerima $50 miliar dari aset Rusia yang dibekukan oleh AS dan Eropa untuk mendukung perang Ukraina di tahun mendatang.

Sementara itu, analis militer mengamati bahwa pertempuran di garis depan semakin brutal, dengan banyak tentara baru Rusia mengalami masa hidup singkat di medan perang. Kondisi ini mencerminkan kelelahan pasukan dan tekanan yang meningkat dalam konflik yang terus berlanjut.

Kesimpulan

Intervensi Turkiye di Suriah dan keterlibatan Ukraina dalam konflik Timur Tengah menandai perubahan signifikan dalam dinamika perang global. Dengan Rusia menghadapi tekanan di berbagai front, masa depan konflik ini tetap tidak pasti dan berpotensi mempengaruhi keseimbangan kekuatan internasional secara keseluruhan. (kyr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine