EtIndonesia. Pasukan pemberontak Suriah, pada Minggu (8/12) mengumumkan bahwa ibu kota Damaskus telah “bebas”, serta menyatakan bahwa Presiden Bashar al-Assad telah melarikan diri menggunakan pesawat. Mereka juga menyerukan kepada warga negara Suriah di luar negeri untuk kembali ke tanah air. Perdana Menteri Suriah Mohammed al-Jalali menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan kepemimpinan baru yang dipilih oleh rakyat.
Komando Militer Suriah dalam sebuah pernyataan di Telegram menulis: “Kami mengumumkan bahwa Damaskus telah bebas dari kekuasaan tirani Bashar al-Assad.”
Pernyataan tersebut juga menambahkan: “Kepada para pengungsi di seluruh dunia, Suriah yang bebas kini menanti kalian.”
Pemberontak menyatakan: “Diktator Assad telah melarikan diri, dan kami mengumumkan kota Damaskus telah bebas.”
Mereka menegaskan bahwa: “Setelah 50 tahun penindasan di bawah rezim Partai Baath dan 13 tahun kejahatan, tirani, serta pengungsian paksa, kami hari ini mengumumkan berakhirnya era kelam ini. Suriah memasuki awal era baru.”
Pasukan pemberontak menyerukan kepada warga Suriah di luar negeri untuk kembali ke “Suriah yang bebas.”
Mereka sebelumnya mengklaim telah memasuki Damaskus dan menguasai Penjara Militer Saydnaya yang terkenal kejam di utara kota tersebut.
Pemimpin organisasi Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Mohammed al-Jolani, memerintahkan pasukannya untuk tidak menyentuh lembaga-lembaga pemerintah hingga “transisi resmi” selesai. Dia juga melarang tembakan ke udara sebagai bentuk perayaan.
Perdana Menteri Mohammed al-Jalali, dalam pernyataan di akun Facebook-nya, mengatakan: “Negara ini dapat menjadi negara normal yang menjalin hubungan baik dengan tetangga dan dunia. Namun, keputusan ini berada di tangan kepemimpinan baru yang dipilih oleh rakyat Suriah. Kami siap bekerja sama dengan mereka dan memberikan bantuan penuh.”
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB pada 6 Desember menyatakan bahwa perang yang pecah di Suriah sejak 27 November telah menyebabkan setidaknya 370.000 orang mengungsi. (jhn/yn)


