Tiongkok Melakukan Serangan Strategis, Memaksa Eropa dan Amerika untuk Merestrukturisasi Rantai Pasokan Mineral Kunci

EtIndonesia. Menurut laporan Reuters pada 7 Desember, raksasa kimia dan barang konsumen asal Jerman, Henkel, dalam surat kepada pelanggannya pada 8 November, mengumumkan penghentian pengiriman empat jenis perekat dan pelumas yang banyak digunakan oleh produsen mobil. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pembatasan ekspor antimon (antimony) yang diumumkan Beijing pada Agustus lalu.

Henkel menggunakan logam berwarna perak ini untuk memproduksi produk Bonderite dan Teroson, yang merupakan produk inti dari divisi Teknologi Perekat perusahaan. Divisi ini menghasilkan pendapatan sebesar €10,79 miliar  pada tahun 2023.

Dalam surat yang ditandatangani oleh dua eksekutif Henkel, perusahaan menyatakan:
“Para pemasok kami telah memberi tahu bahwa impor bahan mentah ini tertunda, menunggu persetujuan izin ekspor dari Pemerintah Tiongkok.” 

Dalam surat itu menambahkan: “Henkel dengan ini mengumumkan keadaan terkait pengiriman produk ini.” 

Henkel juga menyebut bahwa mereka tidak dapat memprediksi berapa lama penghentian pengiriman perekat dan pelumas ini akan berlangsung.

Surat ini menyoroti dampak serius pembatasan perdagangan mineral strategis oleh Beijing dan upaya perusahaan-perusahaan Barat untuk mencari pengganti dalam rantai pasokan mereka yang bergantung pada Tiongkok. 

Dalam wawancara dengan Reuters, Henkel menyatakan bahwa perusahaan sedang berusaha keras untuk mendukung pelanggan dan mencari pasokan alternatif:  “Kami memantau secara ketat situasi pasokan global antimon, dengan tujuan menemukan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.”

Pentingnya Antimon dan Kenaikan Harga

Antimon, meskipun jarang ditemukan di alam, sangat penting untuk pembuatan peralatan militer seperti amunisi, rudal inframerah, senjata nuklir, dan kacamata malam. Pada tahun 2023, harga antimon di pasar spot Rotterdam melonjak hingga 2,3 kali lipat, mencapai sekitar 39.000 dolar per ton.

Tiongkok adalah produsen antimon terbesar di dunia dan mendominasi produksi banyak bahan strategis lainnya. 

Pada tahun 2023, Beijing juga membatasi ekspor galium, germanium, dan beberapa jenis grafit—bahan penting untuk semikonduktor, panel surya, dan baterai kendaraan listrik.

Sebagai tanggapan atas langkah-langkah baru AS yang menargetkan industri chip Tiongkok, Beijing baru-baru ini melarang sepenuhnya ekspor galium, germanium, dan antimon ke Amerika Serikat.

Perusahaan Barat Mencari Alternatif

Pembatasan perdagangan oleh Beijing membuat perusahaan-perusahaan Barat semakin mendesak untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mineral asal Tiongkok. Misalnya, perusahaan tambang Perpetua Resources sedang mengembangkan tambang antimon di Idaho, AS, dengan dukungan pemerintah. Namun, pengembangan tambang baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, memaksa perusahaan internasional seperti Henkel mencari pengganti yang sering kali lebih mahal.

Dalam suratnya, Henkel menulis: “Perlu diketahui, kami terus menjalin komunikasi erat dengan pemasok dan menggunakan semua cara komersial yang wajar untuk memanfaatkan rantai pasokan global dalam menangani situasi ini demi mendukung pelanggan kami.”

Sementara itu, beberapa perusahaan tambang dan pengolah Barat telah mulai meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Setelah Beijing mengumumkan pembatasan ekspor antimon pada Agustus, perusahaan pengolah logam antimon satu-satunya di Amerika Utara, US Antimony Corporation (USAC), berencana meningkatkan kapasitas produksinya di pabrik peleburan di Montana, yang sebelumnya hanya beroperasi pada kapasitas 50%.

Gary Evans, Ketua USAC, mengatakan kepada Reuters: “Kami memutuskan untuk meningkatkan produksi terutama karena harga antimon di Rotterdam naik lebih dari dua kali lipat. Pembatasan perdagangan oleh Beijing secara signifikan meningkatkan permintaan produk kami.”

Evans menyebutkan bahwa USAC, yang tidak bergantung pada Tiongkok, sedang bernegosiasi dengan pemasok dari empat negara dan satu pemasok domestik AS. Namun, ia menolak menyebutkan nama pemasok tersebut karena alasan persaingan.

Lonjakan Permintaan Grafit dan Galium

CEO Northern Graphite, Hugues Jacquemin, yang berbasis di Ottawa dan merupakan satu-satunya produsen grafit serpihan alami di Amerika Utara, mengatakan kepada Reuters bahwa pesanan perusahaannya meningkat sebesar 50% setelah Tiongkok mengumumkan pembatasan ekspor grafit pada Oktober 2023.

“Permintaan meningkat signifikan sejak pembatasan ekspor mulai berlaku pada Desember tahun lalu,” kata Jacquemin. “Kami telah mulai meningkatkan kapasitas produksi.”

Tiongkok menyuplai lebih dari 70% grafit alami dan sintetis dunia. Mark Jensen, CEO ReElement Technologies—anak perusahaan American Resources yang berspesialisasi dalam daur ulang dan pemurnian mineral langka—mengatakan bahwa larangan ekspor baru-baru ini oleh Tiongkok membuat setidaknya 10 penambang AS menghubungi perusahaan tersebut minggu ini untuk mencari solusi alternatif. Sebelumnya, bahan-bahan ini dikirim ke Tiongkok untuk diolah karena biaya tenaga kerja yang lebih rendah dan standar lingkungan yang berbeda.

“Kami telah menghubungi pemasok bahan mentah di AS, mendorong mereka untuk menjual kepada kami daripada mengirimkannya ke Tiongkok, karena kami sekarang menjadi pengganti Tiongkok,” kata Jensen kepada Reuters.

Kekacauan di Pasar

Pembatasan ekspor mineral strategis oleh Beijing telah memicu kenaikan harga signifikan di pasar internasional untuk banyak bahan strategis.

Neo Performance Materials, yang berbasis di Toronto dan memproduksi galium melalui daur ulang limbah industri, melaporkan pada Agustus bahwa harga galium di luar Tiongkok naik 30%-40% pada paruh pertama 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data bea cukai Tiongkok menunjukkan bahwa bahkan sebelum pembatasan terbaru Beijing terhadap AS, tidak ada galium atau germanium yang diekspor ke AS dari Januari hingga Oktober 2023. Pada periode yang sama tahun 2022, AS merupakan pasar ekspor terbesar keempat dan kelima untuk mineral ini.

Bagi pengguna akhir, pembatasan ekspor oleh Beijing menegaskan pentingnya diversifikasi rantai pasokan. Negara-negara Barat dan perusahaan-perusahaan kini mempercepat upaya mereka untuk mengembangkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada dominasi Tiongkok dalam mineral strategis. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine