ETIndonesia. Saat serangan pasukan oposisi Suriah yang berlangsung selama sepekan terus menunjukkan kemajuan pesat. Mereka kemudian berhasil memasuki ibu kota Suriah, Damaskus pada Minggu (8/12/2024), menandai akhir dari hampir 50 tahun kekuasaan keluarga al-Assad di Suriah. Bashar Assad dilaporkan telah meninggalkan negara tersebut dengan pesawat sebelum oposisi menyerbu Damaskus. Namun, ada dugaan bahwa pesawat yang ditumpanginya berhasil ditembak jatuh.
Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24, sekitar waktu pasukan oposisi mengambil alih Damaskus, satu unit pesawat Syrian Air terdeteksi lepas landas dari Bandara Damaskus. Namun, beberapa menit kemudian pesawat tersebut tiba-tiba berbalik arah sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat itu awalnya direncanakan terbang menuju wilayah pesisir Suriah, markas besar sekte Alawite yang menjadi basis kekuasaan Assad. Namun, menurut dua sumber Suriah, Assad kemungkinan berada di dalam pesawat tersebut.

Hingga kini, Reuters belum dapat memastikan siapa yang berada di dalam pesawat. Penyebab pesawat itu berbalik arah dan menghilang dari radar masih menjadi misteri.
Pernyataan Perdana Menteri Suriah
Setelah pasukan oposisi merebut Damaskus, Perdana Menteri Suriah Mohammed Ghazi Jalali menyatakan bahwa pemerintah siap “mengulurkan tangan” kepada oposisi dan menyerahkan fungsi pemerintahan kepada pemerintah sementara.
Dalam sebuah pernyataan video, Jalali mengatakan, “Saya tetap di rumah, saya tidak meninggalkan negara ini karena saya adalah bagian dari negeri ini.” Ia menegaskan akan tetap bekerja dari kantornya dan mengimbau warga Suriah untuk tidak merusak aset publik. Namun demikian, Jalali tidak menyebutkan keberadaan Assad yang dikabarkan telah meninggalkan Suriah.


Momen Penting dalam Perang Suriah
Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2018 pasukan oposisi mencapai Damaskus. Sebelumnya, pemerintah berhasil merebut kembali wilayah pinggiran Damaskus setelah pengepungan bertahun-tahun oleh oposisi.
Menurut laporan radio pro-pemerintah Sham FM, semua staf Bandara Damaskus telah dievakuasi dan penerbangan di bandara tersebut dihentikan sepenuhnya.

Selama hampir lima dekade, Suriah berada di bawah pemerintahan represif keluarga Assad, dimulai oleh Hafez al-Assad dan dilanjutkan oleh Bashar al-Assad. Pada Maret 2011, demonstrasi pro-demokrasi di Suriah meletus, yang kemudian disusul oleh tindakan keras Assad yang berubah menjadi perang saudara selama bertahun-tahun. Assad dan pemerintahannya telah berulang kali dituduh menggunakan senjata kimia selama konflik, membuatnya menjadi figur yang tercela di mata dunia dan mengundang sanksi dari Barat.
Perayaan di Dalam dan Luar Suriah
Pada 8 Desember 2024, warga Kurdi di kota Qamishli merayakan jatuhnya Damaskus ke tangan oposisi dengan menggantung potret Assad yang telah dirusak.
Di Istanbul, Turkiye, pasukan keamanan menjaga konsulat Suriah setelah oposisi mengumumkan jatuhnya rezim Assad. Warga Suriah yang tinggal di Turki berkumpul di depan Masjid Fatih, mengibarkan bendera oposisi untuk merayakan kemenangan tersebut. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


