ETIndonesia. Pada 8 Desember 2024, pasukan pemberontak Suriah berhasil menguasai ibu kota Damaskus. Oposisi juga mengumumkan bahwa Presiden Bashar al-Assad telah jatuh dari kekuasaan dan melarikan diri. Setelah lebih dari 13 tahun perang saudara, kekuasaan puluhan tahun keluarga Assad berakhir, memberikan dampak besar di kawasan Timur Tengah.
Berikut reaksi dunia terhadap perubahan besar di Suriah, dirangkum oleh Reuters:
Reaksi Amerika Serikat
Presiden Joe Biden
Gedung Putih menyatakan: “Presiden Joe Biden dan timnya terus memantau dengan cermat perkembangan luar biasa di Suriah serta tetap berkomunikasi dengan mitra-mitra kawasan.”
Presiden Terpilih Donald Trump
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menulis: “Assad telah pergi. Dia telah meninggalkan negaranya. Pelindungnya, Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin, tampaknya tidak lagi tertarik melindunginya.”
Dia menambahkan bahwa Rusia dan Iran kini berada dalam posisi lemah, masing-masing karena dampak perang di Ukraina dan keberhasilan militer Israel.
Daniel Shapiro, Pejabat Pentagon
Daniel Shapiro, Wakil Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, menyatakan dalam konferensi keamanan di Bahrain bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan pasukannya di timur Suriah untuk mencegah kebangkitan kembali ISIS. Ia juga menyerukan perlindungan terhadap warga sipil, terutama kelompok minoritas, serta penghormatan terhadap norma internasional.
Reaksi Rusia
Kementerian Luar Negeri Rusia
Rusia mengkonfirmasi bahwa Assad telah mengundurkan diri setelah menyerukan transisi kekuasaan yang damai.
Konstantin Kosachyov, Wakil Ketua Majelis Tinggi Rusia
Dalam wawancara dengan Interfax, Kosachyov menyatakan bahwa rakyat Suriah kini harus menghadapi perang saudara secara mandiri dan memberi indikasi bahwa Moskow siap mendukung rakyat Suriah dalam kondisi tertentu.
Reaksi Turkiye
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan
Dalam konferensi pers di Doha, Qatar, Fidan menyebut bahwa Suriah kini berada pada titik di mana rakyatnya akan menentukan masa depan mereka sendiri. Ia menambahkan bahwa Suriah yang baru harus menghilangkan ancaman terhadap negara-negara tetangga, termasuk menghadapi milisi PKK yang dianggap ilegal oleh Turkiye.
Reaksi Jerman
Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock
Baerbock menyatakan bahwa meski situasi di Suriah belum sepenuhnya jelas, jatuhnya Assad memberikan secercah harapan bagi jutaan rakyat Suriah. Ia menyerukan perlindungan bagi minoritas seperti Kurdi, Alawit, dan Kristen, serta memastikan negara tersebut tidak jatuh ke tangan ekstremis lainnya.
Reaksi Inggris
Wakil Perdana Menteri Angela Rayner
Rayner menyoroti dampak negatif rezim otoriter dan terorisme terhadap rakyat Suriah serta stabilitas kawasan. Ia menyerukan solusi politik yang bertujuan untuk membangun pemerintahan yang bekerja demi kepentingan rakyat Suriah.
Reaksi PBB
Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen
Pedersen menyerukan stabilitas dan inklusivitas dalam transisi Suriah serta meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. Ia menyatakan kesiapan PBB untuk mendukung rakyat Suriah dalam membangun masa depan yang stabil.
Kepala OCHA, Tom Fletcher
Fletcher menyoroti dampak konflik berkepanjangan yang telah membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi bahaya baru. Ia berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan, air, bahan bakar, tenda, dan selimut kepada mereka yang membutuhkan. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


