Masyarakat Internasional Khawatir Masa Depan Suriah, AS dan Israel Cegah Kebangkitan ISIS

ETIndonesia. Rezim Bashar Al-Assad di Suriah runtuh secara tiba-tiba, membuat rakyat Suriah bersorak gembira. Namun, dunia internasional bersikap hati-hati terhadap perkembangan situasi di negara tersebut. Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah kebangkitan ISIS.

Runtuhnya Rezim Assad

Kejatuhan rezim Assad terjadi hanya dalam 11 hari. Dimulai pada 27 November, pasukan oposisi Suriah merebut Aleppo, kota terbesar kedua, diikuti oleh Hama dan Homs, hingga pada 8 Desember berhasil masuk ke Damaskus, ibu kota negara.

Pasukan oposisi menguasai istana kepresidenan dan menyiarkan kabar jatuhnya Bashar al-Assad melalui televisi nasional yang telah diambil alih. Pada 9 Desember, pejabat Perdana Menteri Mohammad Ghazi Al-Jalali bertemu dengan oposisi untuk membahas transisi kekuasaan.

Rusia mengonfirmasi bahwa Assad dan keluarganya telah tiba di Moskow dan diberikan suaka politik setelah ia mengundurkan diri dari jabatan presiden. Rusia dan Iran, yang sebelumnya mendukung Assad, juga menarik pasukan mereka dari Suriah.

Peran Kelompok Oposisi

Kelompok utama dalam aliansi oposisi adalah Hayat Tahrir al-Sham (HTS), organisasi militan yang dipimpin oleh Abu Mohammed al-Jolani. Jolani sebelumnya terlibat dengan Al-Qaeda di Irak dan ISIS, sehingga HTS dikategorikan sebagai organisasi teroris internasional oleh negara-negara Barat, termasuk AS dan Inggris.

Tanggapan Internasional

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa HTS tidak akan dihapus dari daftar organisasi teroris dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, memperingatkan risiko kebangkitan ISIS. AS telah melakukan serangan udara terhadap target yang terkait ISIS di Suriah tengah. Israel juga melancarkan serangan terhadap pangkalan rudal dan fasilitas senjata kimia di Suriah, dengan beberapa pasukan darat memasuki Dataran Tinggi Golan.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kejatuhan Assad

  • Sanksi ekonomi AS yang diperketat melalui Caesar Syria Civilian Protection Act.
  • Perang Rusia-Ukraina yang melemahkan Rusia sebagai sekutu utama Assad.
  • Kerusakan yang dialami Iran dan Hizbullah akibat konflik dengan Israel pada Oktober 2023.

Kekhawatiran Masa Depan Suriah

Masyarakat internasional khawatir terhadap masa depan Suriah, terutama dengan keterlibatan kelompok militan dalam proses transisi. Amerika Serikat berkomitmen membantu rakyat Suriah dalam menentukan masa depan mereka sendiri. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine