95% Dana Lenyap dalam Hitungan Jam! Influencer Cantik Raup  Hampir Rp 800 Miliar Lewat Mata Uang Kripto, Investor Siap Menggugat

EtIndonesia. Seiring perkembangan blockchain, mata uang kripto semakin menjadi perhatian publik. Banyak orang melihatnya sebagai alat investasi untuk meraih keuntungan melalui transaksi beli-jual. Namun, baru-baru ini, Amerika Serikat diguncang oleh kasus influencer terkenal yang diduga meraup dana penggemar hingga 50 juta dolar (sekitar Rp 794 miliar). Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu penipuan kripto terbesar baru-baru ini. Para korban pun bersiap menuntut sang influencer.

Menurut laporan BBC, seorang influencer bernama Haliey Welch, yang dikenal dengan julukan “Hawk Tuah Girl”,  meluncurkan mata uang kripto bernama “Hawk Coin”. Namun, proyek tersebut menuai kecaman luas karena diduga menggunakan popularitasnya untuk “merampas aset penggemar”.

Haliey Welch menjadi terkenal di dunia maya setelah wawancara dengan saluran “Tim&Dee TV” tentang topik kontroversial, di mana dia membuat aksi khas “Hawk Tuah” berupa gerakan meludah yang dramatis. Popularitasnya semakin melonjak setelah dia berkolaborasi dengan berbagai influencer lain untuk meningkatkan interaksi di media sosial. Selain itu, Welch juga memasarkan merchandise berupa topi bertuliskan “Hawk Tuah”, yang sangat diminati oleh penggemarnya. Bahkan, dia sempat meluncurkan acara bincang-bincang daring berjudul “Talk Tuah”, yang sempat menjadi salah satu acara paling populer di dunia.

Di puncak popularitasnya, Welch memutuskan untuk terjun ke dunia mata uang kripto dengan meluncurkan “Hawk Coin”. Sebelum peluncuran resmi, dia mendistribusikan beberapa token “Hawk Coin” gratis kepada sebagian penggemarnya, yang menciptakan ekspektasi tinggi. Ketika “Hawk Coin” resmi diperdagangkan, harganya langsung melonjak, mencapai valuasi puncak 490  juta dolar. Namun, hanya dalam waktu 20 menit, nilai tersebut anjlok menjadi 60 juta dolar. Dalam waktu 6 jam, nilai mata uang tersebut merosot lebih jauh menjadi 25 juta dolar, menyebabkan 95% dana investor hilang.

Welch mencoba membela diri melalui platform media sosial X dengan menyatakan bahwa dia dan timnya tidak pernah menjual token apa pun. Dia bahkan mempublikasikan model ekonomi token “Hawk Coin” miliknya. Namun, klaim tersebut dibantah oleh para ahli kripto. Data dari alat analisis “Bubblemaps” menunjukkan bahwa 96% pasokan token “Hawk Coin” terkonsentrasi pada satu kelompok alamat, dan ada 89 dompet kripto yang segera menjual semua token setelah peluncuran.

Saat mencoba membela diri melalui ruang diskusi di platform X, Welch dihujani kritik dari penyelidik kripto terkenal “Coffeezilla”. Akhirnya, Welch menutup ruang diskusi dengan alasan bahwa dia “lelah” dan memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Banyak penggemar dan investor merasa ditipu. Mereka menuduh Welch dan timnya melakukan penipuan dengan memanfaatkan kepercayaan penggemar. Insiden ini disebut sebagai kasus klasik “penipuan token selebritas”. Para korban diperkirakan menderita kerugian besar, sementara Welch menghadapi ancaman tuntutan hukum dari banyak investor..(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine