ETIndonesia. Musim badai Atlantik 2024, yang berakhir pada akhir November, mencatatkan 11 badai besar—lebih tinggi dari rata-rata tahunan sebanyak 7 badai. Musim ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa tetapi juga kerugian materi hingga miliaran dolar.
Badai yang terjadi telah memperparah gangguan jaringan listrik di berbagai wilayah Amerika Serikat, dengan pemadaman listrik yang semakin sering dan berlangsung lebih lama. Akhir bulan lalu, sebuah winter bomb cyclone menyebabkan sekitar 500.000 pemadaman listrik.
Bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, pasien penyakit kronis, dan lansia, kondisi pemadaman listrik ini membawa risiko yang jauh lebih besar.
“Kami mengalami pemadaman listrik selama empat setengah hari. Ketika listrik kembali menyala, kami merasa sangat lega. Saya hidup bergantung pada mesin bantu napas, itu adalah satu-satunya cara saya bisa bertahan. Tanpa listrik, saya benar-benar dalam bahaya,” ujar Sharon Burks, seorang penduduk Houston.
Patricia Johnican, penduduk Houston lainnya, berbagi pengalamannya dengan berkata : Saya berdiri di rumah tanpa makanan, hanya dengan kantong oksigen untuk bernapas, hingga seseorang datang memberikan suplai oksigen. Lampu menyala sangat larut. Sebelumnya, listrik mati selama seminggu penuh.”
Saat ini, beberapa negara bagian di AS telah menetapkan kebijakan yang membatasi perusahaan listrik agar tidak memutuskan aliran listrik untuk kelompok rentan.
“Di kota-kota kami, ada banyak tempat yang kami tidak ketahui kondisinya hingga panggilan darurat 911 datang. Oleh karena itu, saya rasa kita perlu bekerja sama dengan mitra di ruang rapat dan semua pihak yang hadir di sini untuk menemukan solusi yang tepat,” ujar Nim Kidd, Direktur Manajemen Darurat Texas.
Pada 23 November, banjir melanda Windsor di California Utara, menghancurkan sebuah kebun anggur, menutup jalan-jalan pesisir, dan menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan atau tertunda.
Pada September, Badai Helene melanda wilayah tenggara AS, menyebabkan kerusakan besar-besaran dengan lebih dari 200 korban jiwa. Di North Carolina, badai ini diperkirakan menimbulkan kerugian langsung dan tidak langsung sebesar US$,48,8 miliar .
Sumber : NTDTV.com


