ETIndonesia. Baru-baru ini, situasi di Suriah, sekutu Partai Komunis Tiongkok (PKT) , mengalami perubahan drastis. Rezim otoriter keluarga Assad yang telah berkuasa selama setengah abad runtuh dalam semalam. Para pakar menyatakan bahwa kejatuhan satu per satu rezim otoriter membuat Partai Komunis Tiongkok (PKT) ketakutan.
Pada 8 Desember 2024, setelah rezim Bashar al-Assad runtuh, rakyat Suriah turun ke jalan merayakan kejatuhan rezim diktator. Para pengungsi Suriah pun berbondong-bondong kembali ke negara mereka.
Pada 10 Desember, Kedutaan Besar Amerika Serikat menyatakan bahwa rakyat Suriah akhirnya melihat secercah harapan. Sementara itu, pada 9 Desember, Kementerian Luar Negeri PKT mengeluarkan pernyataan bahwa Beijing “memantau dengan cermat perkembangan situasi di Suriah.”
Ketua World Uyghur Congress, Ilshat Hassan: “Melihat diktator yang satu per satu jatuh, Xi Jinping pasti ketakutan. Begitu juga para birokrat di sekitarnya yang membantu menindas rakyat, mereka pasti merasakan hal yang sama.”
Assad adalah teman lama PKT . Tahun lalu, Xi Jinping mengirim pesawat khusus untuk membawa pasangan Assad menghadiri upacara pembukaan Asian Games di Hangzhou. Kedua negara bahkan mengumumkan hubungan “kemitraan strategis,” dengan Assad menerima investasi senilai miliaran dolar dari PKT.
“Uang Tiongkok jelas terbuang sia-sia. Ini adalah transaksi antara diktator dan diktator, dan pada akhirnya rakyat Tiongkok yang menanggung bebannya.,” kata Ilshat Hassan.
Meski Assad terkena sanksi internasional atas pelanggaran hak asasi manusia, media Tiongkok menggambarkannya sebagai pahlawan anti-Amerika.
“Rezim otoriter PKT memiliki banyak kesamaan dengan rezim Assad: rakyat tidak memiliki kebebasan, tidak memiliki hak asasi manusia, hidup dalam kesulitan, dan penuh keluhan. Dalam situasi ini, tidak menutup kemungkinan PKT akan mengalami kehancuran rezim seperti Suriah,” ujar Ketua Aliansi Pro-Demokrasi Kanada, Lai Jianping.
Para analis menyebutkan bahwa kejatuhan rezim di Irak, Libya, dan Suriah menjadi peringatan serius bagi PKT.
“PKT pun menghadapi ancaman yang sama. Siapa yang bisa menjamin bahwa kejatuhan rezim tidak akan terjadi dengan cepat? Saya yakin kehancuran PKT akan terjadi lebih cepat dari yang kita bayangkan,” ujar Wakil Ketua Partai Demokrat Tiongkok, Jie Lijian.
Kejatuhan rezim Assad juga menyebabkan uang Suriah dalam semalam menjadi tidak berharga.
“Jika PKT runtuh, uangnya juga akan menjadi tidak berharga. Itu tidak perlu diragukan lagi. PKT pasti akan jatuh. Xi Jinping telah membawa rezim PKT ke tepi jurang. Tinggal menunggu waktu kapan itu akan terjadi. Saya optimis itu tidak akan lama lagi,” ujar Ilshat Hassan. (hui)
Sumber : NTDTV.com


