ETIndonesia. Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat pada Selasa (10 Desember) mengumumkan keberhasilan intersepsi rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan dari udara di dekat Guam. Langkah ini dianggap sebagai tonggak penting dalam memperkuat pertahanan terhadap ancaman rudal PKT.
Dalam uji coba penerbangan ini, sistem Aegis Guam bekerja sama dengan radar baru AN/TPY-6 dan sistem peluncur vertikal, menembakkan rudal tipe SM-3 Block IIA. Rudal ini berhasil mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan dari udara di dekat Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam.
Uji coba ini bertujuan untuk melindungi Guam dari potensi ancaman rudal di kawasan, memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal yang terintegrasi, serta menyediakan dukungan kunci berupa verifikasi kebutuhan dan pengumpulan data.
“Uji coba penerbangan hari ini adalah tonggak penting bagi kemampuan pertahanan Guam dan kawasan sekitarnya,” kata Badan Pertahanan Rudal AS dalam pernyataannya.
Dilaporkan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, AS berencana untuk mengerahkan sistem pertahanan rudal di 16 lokasi di sekitar Guam. Sistem ini akan dilengkapi dengan teknologi dan perangkat keras canggih, termasuk rudal SM-3 dan SM-6, sistem Patriot PAC-3 MSE, sistem rudal THAAD, serta radar baru, dengan tujuan mencegat rudal yang mungkin diluncurkan PKT ke Guam.
Guam, yang lebih dekat ke Pasifik Barat dibanding Hawaii, memiliki posisi strategis yang sangat penting bagi keamanan Indo-Pasifik dan AS secara keseluruhan.
Selain itu, Guam juga menjadi lokasi Pangkalan Angkatan Udara Andersen dan Pangkalan Angkatan Laut Guam, yang menjadi tempat operasional pesawat militer AS paling penting, termasuk pembom B-52 dan B-2 yang mampu membawa hulu ledak nuklir, serta mendukung kapal selam serangan bertenaga nuklir. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


