ETIndonesia. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Kamis (12/12) kembali menegaskan pentingnya anggota aliansi untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan. Ia memperingatkan bahwa perlombaan senjata Rusia dan PKT berkembang dengan cepat, menciptakan situasi keamanan yang mengkhawatirkan sehingga NATO harus mengambil langkah aktif untuk menghadapinya.
“Sekarang saatnya untuk beralih ke pola pikir masa perang. Kita perlu mempercepat produksi pertahanan kita dan meningkatkan anggaran militer,” katanya.
Menurutnya, NATO belum sepenuhnya siap menghadapi ancaman yang akan datang dalam beberapa tahun mendatang. Standar pengeluaran pertahanan sebesar 2% dari PDB dianggap masih jauh dari cukup.
Ia menyebut bahwa pada tahun 2025, anggaran militer Rusia akan melebihi 7% dari PDB mereka, mencapai level tertinggi sejak era Perang Dingin. Moskow juga memproduksi tank, kendaraan lapis baja, dan amunisi dalam jumlah besar.
“Dengan bantuan Tiongkok, Iran, dan Korea Utara, Rusia menutupi kekurangan kualitasnya dengan jumlah yang besar. Rusia sedang mempersiapkan konfrontasi jangka panjang dengan Ukraina dan kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran internasional terhadap ambisi PKT.
“Tiongkok secara diam-diam memperkuat militernya secara signifikan, termasuk pengembangan senjata nuklir. Investasinya dalam peluncuran luar angkasa meningkat tajam. Tiongkok sedang menekan Taiwan dan berusaha masuk ke infrastruktur penting kita dengan cara yang dapat melemahkan masyarakat kita,” tambahnya.
Sumber yang dikutip oleh Financial Times menyebutkan bahwa NATO sedang berdiskusi untuk menaikkan anggaran pertahanan hingga 2,5% dalam waktu dekat dan mencapai 3% pada tahun 2030.
Presiden AS terpilih, Donald Trump, pada Agustus lalu telah mengusulkan target minimal 3%, yang dipandang sebagai sinyal positif dari NATO kepada Trump. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


