EtIndonesia. Seorang netizen anonim berbagi pengalamannya tentang hipnotis secara online. Dia menggambarkan hipnotis sebagai kondisi antara tidur dan terjaga. Semasa kuliah, seorang hipnoterapis terkenal, yang dia ingat hanya bernama Zack, datang ke kampusnya.
Selama acara itu, dia terpilih untuk dihipnotis oleh Zack. Temannya, Joe, merekam seluruh proses dengan kamera setelah mendapatkan izin darinya. Namun, dia tidak mengingat bagaimana Zack membuatnya tenggelam ke dalam keadaan hipnotis.
Dalam kondisi hipnotis, Zack berkata kepadanya: “Ketika kamu membuka mata, kamu akan percaya bahwa aku adalah musisi favoritmu.”
Ketika dia membuka mata, dia berkata dengan spontan: “Tunggu, Frederic Chopin? Aku pikir kamu sudah meninggal?”
Dalam rekaman Joe, terdengar gelak tawa ceria. Kemudian Zack menyuruhnya untuk menutup mata lagi dan memberi instruksi bahwa ketika dia membuka mata berikutnya, dia tidak akan dapat melihat Zack.
Dalam video itu, Zack melakukan beberapa gerakan di depannya, tetapi dia hanya berkata kepada Joe: “Joe, ada apa? Angin yang berhembus atau apa?” Seolah Zack menjadi tidak terlihat di matanya.
Tahap hipnotis berikutnya, Zack menyuruhnya untuk membuka mata dan memberitahu bahwa dia tidak akan mengenali Joe. Ketika dia membuka mata, dia tampak bingung, melihat sekeliling, lalu bertanya kepada Joe: “Kamu siapa? Kenapa kamu merekamku?”
Bahkan dia bertanya kepada Zack, dengan serius ingin tahu siapa Joe. Perubahan persepsi ini terasa sangat nyata baginya.
Ada banyak hipnotis menarik lainnya. Dia pernah percaya bahwa dirinya adalah Beethoven atau sebotol air berbicara padanya, meminta dia meminum airnya.
Ketika Zack menyuruhnya untuk bangun sepenuhnya, semua pengalaman tadi hilang dari ingatannya. Dia baru percaya setelah melihat rekaman video dari Joe beberapa kali.
Mendengar Rekaman dan Berhenti Merokok
Seorang pengguna lain bernama Buckley mengungkapkan pengalaman pribadinya melalui hipnotis untuk berhenti merokok. Awalnya, dia sangat skeptis terhadap hipnotis. Namun, setelah berbagai upaya berhenti merokok gagal, dia memutuskan untuk mencobanya.
Buckley mengunjungi sebuah apartemen di kota tempat seorang hipnoterapis memintanya masuk ke kamar kecil, mengenakan headphone, dan mendengarkan rekaman. Meski mencoba, dia tetap merasa ini hanya buang-buang waktu.
Rekaman itu menyuruhnya: “Tutup mata, rileks, rilekskan kaki, rilekskan tubuh…” kemudian diselingi pernyataan: “Kamu tidak suka merokok, kamu tidak merokok.” Tak lama kemudian rekaman pun selesai.
Saat membayar uang jasa dan hendak pergi, Buckley berpikir ini hanya penipuan. Kemudian dia pergi berbelanja dan makan, saat kembali bekerja, bosnya dengan penasaran menanyakan efek hipnotis yang dia jalani, dan dia baru menyadari bahwa dalam beberapa jam dia tidak merasakan keinginan untuk merokok lagi, bahkan tidak terlintas sedikit pun dalam benaknya untuk merokok. Sejak saat itu, Buckley tidak pernah lagi merokok selama 12 tahun, hipnotis yang tampaknya sederhana ini berhasil membuatnya berhenti dari kecanduan rokok yang sulit, perjalanan berhenti merokok ini berubah menjadi kisah sukses yang tidak pernah dia duga, sampai mantan istrinya mulai merokok, tetapi itu adalah cerita lain. (jhn/yn)


